banner 728x250

Dari Dapur Sempit ke Etalase Swalayan: Kisah Perempuan Berau yang Ubah Krisis Jadi Kesuksesan

TANJUNG REDEB, BorneoPost – Di tengah situasi ekonomi sulit, saat banyak orang menyerah pada keadaan, Syariatul Rahmi justru menemukan peluang emas dari dapur rumahnya sendiri. Berawal dari sekadar cemilan buatan pribadi, kini produknya, Keripik Pisang JJ, telah menghiasi rak swalayan dan toko oleh-oleh di Kabupaten Berau.

Kisah inspiratif ini dimulai ketika Syariatul masih berstatus sebagai guru honorer dengan penghasilan yang jauh dari cukup. Gaji yang diterima tiga bulan sekali membuatnya harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di saat bersamaan, kontrak kerja sang suami juga berakhir. Dalam kondisi serba terbatas itulah, ia mencoba membuat keripik pisang untuk konsumsi sendiri.

“Awalnya cuma coba-coba buat dimakan di rumah. Tapi setelah banyak saudara dan teman bilang enak, saya coba titipkan di warung-warung kecil. Dari situ mulai ada hasil,” tutur Syariatul dengan senyum bangga.

Perlahan, usaha kecilnya mulai berkembang. Ia pun memberanikan diri mengurus izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) agar produknya bisa dipasarkan lebih luas. Usahanya tidak sia-sia. Kini Keripik Pisang JJ tidak hanya dijual di warung, tetapi juga telah masuk ke beberapa swalayan dan toko oleh-oleh di Berau, seperti Rumah Kemas dan Basinang.

Menurut Syariatul, motivasi terbesarnya adalah keyakinan bahwa usaha yang ditekuni dengan sungguh-sungguh dan menjaga kualitas tidak akan pernah mati. “Kalau kita konsisten menjaga rasa, kebersihan, dan kemasan, insyaallah rezeki selalu ada,” ujarnya.

Dibandingkan produk sejenis, Keripik Pisang JJ punya keunggulan tersendiri. Camilan ini digemari karena renyah, tidak mudah membuat bosan, dan cocok disantap kapan pun. Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Syariatul juga menghadirkan beragam varian rasa, dari original hingga manis gurih.

Dari sisi pemasaran, ia memanfaatkan media sosial dan layanan antar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Target pasarnya meliputi para pekerja instansi, wisatawan, hingga masyarakat umum. “Sekarang banyak juga yang pesan lewat online, jadi kami siap antar kalau ada permintaan,” katanya.

Namun perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Kendala bahan baku kerap muncul, terutama ketika permintaan sedang tinggi. “Kadang waktu penjualan naik, bahan baku pisang malah susah didapat. Tapi kalau stok banyak, penjualan bisa turun. Jadi memang harus pandai atur ritme,” jelasnya.

Syariatul bersyukur karena di tengah keterbatasan modal dan tenaga kerja, ia mendapat dukungan dari keluarga. Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang sering memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran dan kegiatan besar.

Ke depan, perempuan ulet ini berharap bisa memiliki toko sendiri dan memperluas jangkauan pemasaran ke luar daerah. Ia juga menitipkan pesan kepada pemerintah agar lebih mempermudah regulasi dan tidak membebani UMKM dengan pajak tinggi.

“UMKM seperti kami ini kan ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Jadi kalau bisa, syarat-syarat perizinan dipermudah dan dukungan terus diberikan,” pungkasnya.

Kini, Keripik Pisang JJ bukan hanya sekadar camilan, tapi juga simbol ketekunan dan semangat pantang menyerah seorang perempuan yang mampu mengubah kesulitan menjadi peluang.

📍 Produk dapat ditemukan di: swalayan-swalayan di Berau, Rumah Kemas Batiwakkal, dan Basinang.
📞 Nama Pemilik: Syariatul Rahmi
🍌 Brand: Keripik Pisang JJ

Wa +62 831-5227-3114

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *