banner 728x250

Garuda Gagal di Jeddah: Indonesia Tumbang 3-2 dari Arab Saudi dalam Laga Penuh Drama dan Kontroversi

JEDDAH, BorneoPost – Tim nasional Indonesia membuka langkahnya di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan cara yang dramatis. Bertarung habis-habisan di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah, skuad Garuda akhirnya harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 3-2, Kamis (9/10) dini hari WIB, di Stadion King Abdullah Sports City.


Meski berstatus tim tamu dan tidak diunggulkan, pasukan Patrick Kluivert tampil penuh determinasi dan semangat juang tinggi. Laga yang berlangsung dalam tempo cepat ini diwarnai oleh tiga penalti—dua untuk Indonesia dan satu untuk tuan rumah—serta satu kartu merah untuk pemain Arab Saudi di penghujung laga.

Indonesia sempat membuat publik Jeddah terdiam di menit ke-11. Melalui tinjauan panjang VAR, wasit menghadiahkan penalti untuk Garuda setelah bola mengenai tangan bek Arab Saudi, Hassan Al-Tambakti, di kotak terlarang.

Kevin Diksyang dipercaya sebagai algojo menuntaskan tugasnya dengan tenang, membawa Indonesia unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya enam menit berselang, Waheb Al-Shamat melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Maarten Paes, mengubah skor menjadi 1-1.


Momentum berbalik menjelang turun minum. Lagi-lagi setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah karena Yacob Sayuri dianggap menarik kaus Feras Al-Buraikan di area terlarang. Al-Buraikan sendiri maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Paes dengan sepakan ke pojok kanan atas.


Arab Saudi menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1, dalam duel yang sarat tensi dan keputusan-keputusan kontroversial.
Memasuki paruh kedua, tekanan dari tuan rumah semakin intens. Serangan bertubi-tubi Arab Saudi memaksa lini belakang Indonesia bekerja ekstra keras.


Feras Al-Buraikan kembali menjadi momok bagi pertahanan Garuda. Di menit ke-62, striker berusia 24 tahun itu mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Paes. Skor berubah menjadi 3-1 untuk Arab Saudi.
Namun Indonesia tak menyerah. Patrick Kluivert melakukan sejumlah pergantian yang meningkatkan agresivitas tim. Hasilnya, Indonesia kembali mendapat hadiah penalti di menit ke-78 usai Marselino Ferdinan dijatuhkan di kotak terlarang. Kali ini Rafael Struick yang menjadi eksekutor berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.


Menjelang akhir laga, tensi pertandingan semakin memuncak. Pemain Arab Saudi, Ali Lajami, diganjar kartu merah langsung setelah melanggar keras Pratama Arhan di sisi lapangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 untuk tuan rumah tak berubah.

Secara statistik, Arab Saudi unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Mereka mencatat 14 percobaan (9 on target), sementara Indonesia hanya mampu melepaskan 5 tembakan (3 tepat sasaran). Meski demikian, penampilan disiplin lini belakang dan keberanian Indonesia untuk menyerang menjadi sorotan positif.


Maarten Paes tampil heroik di bawah mistar, melakukan beberapa penyelamatan penting yang menjaga asa Garuda hingga menit akhir. Sementara itu, Kevin Diks dan Marselino Ferdinan menunjukkan performa gemilang yang membuat permainan Indonesia tidak inferior di hadapan lawan sekelas Arab Saudi.

Pelatih Patrick Kluivert menilai hasil ini sebagai pelajaran berharga bagi tim muda Indonesia.
“Kami menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing. Kami kalah, tetapi tidak menyerah. Mental tim ini luar biasa,” ujar Kluivert usai laga.


Meski harus memulai langkah dengan kekalahan, penampilan berani dan disiplin yang diperlihatkan skuad Garuda memberikan sinyal positif untuk laga-laga berikutnya di Grup B.
Indonesia memang kalah, namun mereka pulang dengan kepala tegak—membawa semangat dan keyakinan bahwa Garuda tidak pernah tunduk tanpa perlawanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *