banner 728x250

Kredit UMKM di Berau Meningkat Tajam, DPRD Ingatkan Perbankan Waspadai Kredit Fiktif

BERAU, BorneoPost – Geliat ekonomi di Kabupaten Berau kian terasa. Hal itu tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap program pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tren positif ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi lokal mulai kembali menggeliat pascapandemi.

Namun, di tengah meningkatnya penyaluran kredit, anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengingatkan agar semangat perputaran modal tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian, baik dari sisi masyarakat sebagai debitur maupun pihak perbankan sebagai penyalur dana.

“Penyaluran kredit ke masyarakat memang sedang kencang. Tapi kami mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan benar-benar memahami peruntukan pinjamannya. Jangan sampai asal ambil kredit tanpa perencanaan yang jelas,” ujar Sutami.

Menurutnya, peningkatan penyaluran kredit UMKM menjadi indikator positif pergerakan ekonomi daerah, namun tetap perlu pengawasan yang ketat. Ia menegaskan, setiap pengajuan kredit harus disertai analisis usaha yang matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain itu, Sutami juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penentuan bunga pinjaman. Ia berharap perbankan menjaga integritas dan tidak memberlakukan suku bunga yang memberatkan masyarakat.

“Bunganya harus wajar. Jangan sampai ada permainan bunga yang bisa mencederai kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Politisi Komisi II ini juga menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu solusi efektif untuk meningkatkan akses permodalan bagi masyarakat kecil. Namun, ia menekankan bahwa penyalurannya harus dilakukan secara selektif dan berbasis usaha produktif, bukan sekadar formalitas.

“Kalau KUR disalurkan dengan bunga rendah, tentu sangat membantu masyarakat. Tapi proses survei lapangan jangan asal-asalan. Jangan sampai justru dijadikan modus untuk kredit fiktif,” ujarnya.

Sutami pun mengingatkan potensi penyalahgunaan data dan manipulasi berkas pengajuan kredit, yang kerap menjadi celah munculnya kredit fiktif. Karena itu, ia meminta pihak perbankan lebih teliti dalam proses verifikasi calon debitur.

“Kami menegaskan kepada perbankan agar tidak gegabah menyetujui kredit tanpa validasi data yang kuat. Kalau memang untuk UMKM, dukung sepenuhnya, tapi pastikan pengajuannya benar-benar riil,” tandasnya.

Di sisi lain, Sutami juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pinjaman secara bijak, fokus pada pengembangan usaha, bukan kebutuhan konsumtif.

“Gunakan pinjaman sebaik-baiknya untuk usaha. Jangan sampai KUR yang mestinya untuk modal malah digunakan untuk keinginan pribadi,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tanjung Redeb, Bambang Pratama Mukti, mengonfirmasi bahwa aktivitas pembiayaan produktif di Berau terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

“Program pembiayaan berjalan aktif. Kami menyalurkan KUR, program 4S, hingga pembiayaan proyek konstruksi Pemkab Berau,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme pelaku UMKM membuat kuota KUR di wilayah Tanjung Redeb telah terserap sepenuhnya, bahkan pihaknya tengah mengajukan penambahan kuota ke kantor pusat.

“Alhamdulillah, minat masyarakat sangat besar. Kuota KUR kami sudah penuh, sehingga kami mengajukan tambahan agar bisa terus membantu pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Peningkatan akses pembiayaan ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi Berau terus tumbuh, didorong oleh partisipasi aktif masyarakat dan dukungan lembaga keuangan daerah. Namun, pengawasan dan kehati-hatian tetap menjadi kunci agar pertumbuhan ini berjalan sehat, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *