banner 728x250

Berau Rombak Struktur Pejabat: Bupati Tekankan Disiplin dan Integritas ASN

BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan penyegaran birokrasi. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas secara resmi melantik tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau. Pelantikan berlangsung di ruang rapat Sangalaki Setda Berau.

Rotasi jabatan ini menyentuh sejumlah perangkat daerah strategis. Abdul Majid yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kini dipercaya memimpin Dinas Perikanan Berau. Mulyadi bergeser dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Berau.

Sementara itu, Risma Rosehan mendapat amanah baru sebagai Sekretaris Satpol PP Berau setelah sebelumnya mengemban jabatan Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur.

Di sektor pendidikan, tiga posisi kunci turut diisi. Lani Herniawati dilantik sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP, Mustaring sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sumiati sebagai Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Berau.

Selain itu, Anang Wahananto yang sebelumnya menjabat fungsional di Dinas Perkim kini dipercaya memimpin Bidang Pengembangan Permukiman, Penataan Pembangunan, dan Jasa Konstruksi di Dinas PUPR Berau.

Saat ditemui awak media,, Sri Juniarsih menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja nyata di unit kerja masing-masing.

“Jabatan ini adalah amanah besar yang menuntut fokus, tanggung jawab, dan profesionalisme. Saudara dipilih melalui penilaian objektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya. Kamis (4/12/20

Bupati juga memberikan peringatan keras terkait disiplin ASN. Ia menyoroti praktik “korupsi waktu” sebagai bentuk penyimpangan integritas, yakni ketidakhadiran pejabat di kantor pada jam kerja tanpa alasan jelas.

“Korupsi bukan hanya soal uang, tetapi juga soal waktu. Saya tidak ingin lagi mendengar ada kepala dinas yang tidak berada di tempat pada jam kerja, kecuali untuk tugas dinas,” tandasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum percepatan reformasi birokrasi serta memperkuat akuntabilitas kinerja aparatur di Kabupaten Berau.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *