BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengejar penyelesaian serapan anggaran 2025 di tengah tenggat waktu yang semakin dekat. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah kini digenjot untuk memastikan target realisasi tercapai sebelum tutup tahun.
Hingga laporan terakhir, realisasi serapan baru menyentuh sekitar 60 persen. Namun Gamalis optimistis persentase itu akan naik signifikan dalam waktu dekat.
“Terakhir serapan 60 persen. Mudah-mudahan sekarang sudah bergerak. Pokoknya tanggal 10 Desember kita harus sudah mencapai target itu,” tegasnya.
Menurut Gamalis, percepatan serapan dilakukan beriringan dengan proses penyelesaian pembayaran kepada kontraktor. Meski demikian, ia menyoroti masih adanya penyedia jasa yang belum sigap mencairkan tagihan pekerjaan sehingga ikut memperlambat progres.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus menyiapkan strategi menghadapi pemotongan anggaran dari pemerintah pusat untuk tahun 2026. Gamalis memastikan Berau memilih langkah rasionalisasi tanpa menghilangkan program prioritas.
“Konsep kita bukan menghapus program, tapi merasionalisasi. Untuk pembangunan fisik, volumenya tidak mungkin kita kurangi. Tinggal diputuskan apakah dilanjutkan, atau ditunda sementara ke tahun berikutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemotongan anggaran bukanlah kondisi yang perlu ditakuti. Menurut Gamalis, Berau sudah beberapa kali menghadapi situasi anggaran yang jauh lebih kecil, namun pembangunan tetap berjalan.
“Kita pernah kok berada pada kondisi yang lebih kecil dari hari ini, tapi tetap bisa membangun. Jadi ketika ada pemotongan anggaran, kita harus tetap berjuang,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahun, Gamalis menekankan bahwa kebutuhan pembangunan di Berau tidak boleh terhambat hanya karena menurunnya alokasi anggaran. Pemerintah, kata dia, tetap berkewajiban memastikan pelayanan dan infrastruktur publik terus bergerak maju.
Arifin/Adv












