BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mencatat penanganan perbaikan jalan dan jembatan dengan total panjang mencapai 170,987 kilometer.
Capaian tersebut merupakan akumulasi seluruh pekerjaan infrastruktur jalan yang dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni maupun APBD Perubahan 2025.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan berbagai metode konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Faktor struktur tanah, intensitas lalu lintas, hingga fungsi strategis ruas jalan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan jenis pekerjaan.
“Penanganan tidak hanya berupa pengaspalan. Kami menyesuaikan konstruksi dengan kebutuhan di lapangan agar jalan lebih tahan lama,” kata Junaidi. Rabu (4/2/2026).
Ia merinci, pekerjaan dengan konstruksi aspal dilakukan sepanjang 26.599,51 meter, sementara konstruksi beton atau rigid pavement mencapai 33.171,39 meter. Selain itu, DPUPR juga melaksanakan pekerjaan timbunan pilihan sepanjang 68.633,88 meter dan timbunan biasa sepanjang 18.405,30 meter.
Tak hanya fokus pada badan jalan, DPUPR Berau juga mengerjakan berbagai infrastruktur pendukung untuk meningkatkan ketahanan dan umur layanan jalan. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan drainase, dinding penahan tanah (DPT), pasangan batu, serta box culvert dengan total panjang mencapai 24.177,80 meter.
“Infrastruktur pendukung sangat penting, terutama di wilayah rawan genangan dan memiliki karakter tanah tertentu. Ini bagian dari upaya menjaga kualitas jalan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Infrastruktur yang memadai dinilai tidak hanya menunjang mobilitas harian masyarakat, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam mendorong sektor-sektor strategis daerah.
“Salah satu sektor yang sangat bergantung pada akses jalan adalah pariwisata, yang terus kami dorong sebagai sektor unggulan Kabupaten Berau,” kata Sri Juniarsih.
Menurutnya, akses jalan yang baik merupakan prasyarat utama dalam pengembangan destinasi wisata. Karena itu, ruas-ruas jalan menuju kawasan wisata tetap menjadi perhatian, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Walaupun ada efisiensi, kami tetap mencari solusi agar perbaikan infrastruktur, khususnya jalan menuju destinasi wisata, bisa terus berjalan,” ujarnya.
Selain akses darat, Pemkab Berau juga terus membenahi konektivitas udara sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata. Kehadiran penerbangan langsung menuju Maratua disebut sebagai capaian penting yang membuka akses lebih luas bagi wisatawan.
Ia berharap, peningkatan kualitas jalan, jembatan, serta infrastruktur pendukung lainnya dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Kami bersyukur sudah ada penerbangan langsung ke Maratua. Harapannya, ke depan seluruh kebutuhan infrastruktur pariwisata bisa terus kita penuhi,” tandasnya.












