Kesiapan Dinas Perhubungan Kala Penutupan jembatan Gantung Sambaliung

TANJUNG REDEB, BORNEOPOST – Kepala dinas perhubungan kabupaten Berau,Andi marewangeng nyatakan siap bila realisasi penutupan jembatan gantung sambaliung di lakukan dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut di ungkapkan saat meninjau langsung dermaga penyebrangan Roda 2 yang mengarah langsung ke dermaga penyebrangan sambaliung, dirinya yang dijumpai tersebut mengungkapkan, bahwasanya dinas perhubungan kabupaten Berau dalam beberapa hari telah mengikuti berbagai rapat terkait kesiapan renovasi jembatan gantung sambaliung.

“termasuk rapat bersama bupati dan PPK pihak pelaksana pengerjaan renovasi jembatan gantung sambaliung,”ucapnya kamis (1/6/2023)

Ia menerangkan, dari pihak perhubungan sendiri telah memenuhi kewajiban nya sendiri yakni dengan poksi sebagai pengatur keamanan lalulintas dikala penutupan jembatan gantung sambaliung tengah berlangsung.

“Artinya untuk kesiapan teknis dari dinas perhubungan sendiri telah siap dengan segala penanganan kala renovasi jembatan gantung sambaliung tersebut,”Ujarnya.

Sementara itu, Frisko selaku Kasi rekayasa lalulintas dinas perhubungan Berau, yang pada saat ini juga sebagai penanggung jawab teknis lalulintas selama renovasi jembatan gantung sambaliung juga mengatakan,berdasarkan rekomendasi dari balai beberapa waktu lalu, ia juga telah mempersiapkan anggota dari dinas perhubungan sendiri untuk berada di empat titik penyebrang yang ada.

“empat titik penyebrang itu ialah, dermaga penyeberangan R2 di kecamatan Tanjung Redeb dan Sambaliung lalu dermaga penyebrangan R4 kecamatan Tanjung Redeb dan Sambaliung,”jelasnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu, dirinya akan mempersiapkan personil yang akan standby selama 20 jam dan akan mengatur nya menjadi 3 sip. Agar bisa lebih maksimal dalam menjaga titik-titik penyebrangan selama renovasi berlangsung.

“jadi setiap harinya akan ada 3 anggota yang secara rolling akan menjaga titik penyebrangan,”katanya.

Ia juga berharap, kegiatan menjaga titik penyebrangan tersebut agar bisa dibantu oleh pihak lain seperti pol PP ataupun pihak lainnya, itu semua dikarenakan SDM dari dinas perhubungan sendiri masih terbatas.

“karena memang dengan 3 sip selama 20 jam beroperasi personil akan kewalahan, belum lagi harus menjaga ketertiban parkir nya nanti,”pungkasnya.(PiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *