Samarinda, Borneo Post- Gerakan Kawal Suara Kaltim, gelar Press Conference dengan tema “Utamakan Kejujuran, Suarakan Kebenaran, untuk Masa Depan” yang berlokasi di Dinasty Coffee, Minggu (11/02/2024).
Dilihat dari banyaknya kasus Pemilu yang tidak jujur yang sering terjadi belakangan ini, membuat masyarakat Indonesia minim kepercayaan terhadap Pemerintah khususnya di dunia politik. Hal ini menjadikan motivasi bagi beberapa anak muda dari berbagai komunitas khususnya di Kota Samarinda membuat sebuah gerakan Kawal Suara Kaltim.
Kawal Suara Kaltim merupakan sebuah gerakan non partisan yang melindungi dan mengawal suara Kaltim untuk mewujudkan demokrasi sehat dan adil.
Sementara itu, Aliansi Kawal Kaltim sendiri adalah kumpulan masyarakat Kaltim yang tergerak atas dasar kekhawatiran akan kecurangan Pemilu 2024 dengan tujuan
menyelamatkan penghitungan suara Pemilu 2024 berlandaskan transparansi, netralitas, dan akuntabilitas.
Menurut Safran Achmad, salah satu pendiri Gerakan Kawal Suara Kaltim ini mengatakan awal mula gerakan ini dibentuk adalah atas dasar kekhawatiran masyarakat terhadap adanya pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu.
“Jadi, gerakan ini dibentuk karena adanya keresahan masyarakat atas dugaan terjadinya kecurangan dalam Pemilu seperti yang terjadi di tahun 2019. Nah dengan adanya gerakan ini diharapkan kita bisa mengawasi Pemilu agar terlaksana dengan jujur dan adil,” tandasnya.
Menurut informasi, beberapa kecurangan yang terjadi pada Pemilu tahun 2019 diantaranya pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, serta pidana. Dan yang paling banyak adalah kasus pelanggaran administrasi yang mencapai angka 16. 427 kasus yang terjadi di Indonesia ucap Aditya Prameshvara yang merupakan koordinator panitia dalam acara tersebut.
Grace Ula, yang juga merupakan anggota gerakan ini mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan di tengah masyarakat yang tanpa sadar hal itu merupakan bentuk dari kecurangan dalam Pemilu.
“Praktik-praktik dari hal kecil saja yang terjadi disekitar kita, seperti adakah serangan fajar?, adakah uangnya? Money Politik dan sebagianya yang kalau kita sadari itu merupakan bentuk kecurangan dalam Pemilu,” ucapnya.
Di akhir, Safran mengatakan dengan adanya gerakan ini Ia berharap dapat mengajak anak muda khususnya di Kalimantan Timur untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil sehingga terhindar dari kecurangan. (deL)












