banner 728x250

Angka Kasus Malaria Meroket ,Dinkes Berikan Obat-obatan Hingga Kelambu Untuk Pencegahan

TANJUNG REDEB,Borneo Post – Terus meningkatkan angka kasus malaria yang ada di Kabupaten Berau turut di akui Dinas Kesehatan dalam kurun tiga tahun terakhir, dalam tiga tahun terakhir, angka kasus malaria meningkatkan lebih dari 100 persen sejak tahun 2021 lalu. Kamis (9/11/2023). 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Berau, Garna Sudarsono mengatakan peningkatan angka kasus malaria terutama pada perkampungan yang ada di Kabupaten Berau terbilang pesat, pada tahun 2021 lalu, hanya ada 24 kasus malaria saja. 

“Mulai naik pesatnya itu sejak tahun lalu, yaitu pada tahun 2022 naik 100 persen menjadi 278 angka kasus malaria, rata-rata di perkampungan,” Ujarnya pada Borneopost.com

Kenaikan itu terus meningkat, bahkan saat ini pada tahun 2023 angka kasus malaria lebih meningkat lagi di bandingkan pada tahun 2022, Kenaikan itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada pada tahun lalu, sejak bulan Januari hingga bulan Oktober, ada sebanyak 507 angka kasus malaria. 

“Masih di dominasi Kampung Batu Putih dari tahun kemarin, rata-rata masyarakat yang beraktivitas di hutan, mereka lagi membuka hutan,” terangnya. 

Selain Kampung Batu Putih, dalam beberapa bulan terakhir angka kasus malaria meningkatkan pada Kampung long laai, disana dalam beberapa bulan terakhir peningkatan angka kasus malaria meningkat pesat. 

“Sudah ada 92 kasus dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya sama yaitu masyarakat yang beraktivitas di dalam hutan, mereka ini rata-rata penambang emas yang terpapar nyamuk malaria,” katanya. 

Dalam tahun ini, peningkatan tidak hanya pada Batu Putih dan Long laai saja, kasus malaria juga meningkat di wilayah perkotaan atau beberapa kecamatan yang lain juga, data itu bisa kita lihat dari angka kasus malaria pada RSUD Dr. Abdul Rivai Berau. 

“Sebenernya untuk di RSUD Dr Abdul Rivai ini tidak hanya pasien perkotaan, namun juga ada beberapa masyarakat Kampung yang langsung di bawa ke RSUD, namun yang jelas tahun ini tidak hanya di perkampungan penyebarannya, tapi pada perkotaan juga,” tuturnya. 

Dengan meningkatnya angka kasus malaria ini, Dinkes selain memberikan pengobatan dan pemantauan pada si pasien, pihaknya juga gencar mensosialisasikan ke masyarakat setempat melalui Puskesmas setempat. 

“Selain itu juga kita memberikan obat-obatan, pengecekan secara berkala, pemberian kelambu, jadi untuk masyarakat yang beraktivitas di hutan sebelum atau setelah dari hutan akan kami cek kembali memastikan bahwa tidak ada terpapar penyakit malaria, jika mereka terpapar, akan kami berikan obat dan di sarankan untuk di rumah saja, dan mengurangi kontak fisik,” tutupnya. (PiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *