Samarinda, Borneo Post- Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) menyampaikan Kinerja Akhir Tahun 2023. Pihaknya memaparkan hasil kinerja di depan perwakilan pihak Kejaksaan, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Polresta Samarinda serta para awak media di ruang rapat kantor BNNP Kaltim pada, Rabu (27/12/2023).
Realisasi anggaran BNNP Kaltim berhasil menyentuh angka 99,38 persen, di mana realisasi ini sebesar Rp8,112,470,228 miliar dengan pagu Rp8,163,467,000 miliar.
BNN Kota (BNNK) Samarinda sukses menyentuh 99,08 persen, yakni sebesar Rp2,111,643,839 miliar, dengan pagu Rp2,131,196,000 miliar.
BNNK Balikpapan juga mencapai 99,10 persen, terealisasi sebanyak Rp2,214,001,533 miliar dengan pagu Rp2,234,013,000 miliar.
Begitu pula dari BNNK Bontang mencapai realisasi serapan sebanyak 99,26 persen, yakni Rp1,734,419,000 miliar, dengan pagu Rp1,749,419,000 miliar.
Untuk informasi, pagu anggaran adalah alokasi anggaran yang ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk mendanai belanja pemerintah pusat dan/atau pembiayaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Edhy Moestofa memaparkan berhasil meringkus tersangka penyalahgunaan narkotika selama 2023, menangkap 52 orang tersangka dengan data 51 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang perempuan.
Para tersangka didominasi pekerja swasta sebanyak 25 orang dan pelajar atau mahasiswa sebanyak 10 orang. Rata-rata para tersangka berusia 33 sampai 45 tahun dengan total 18 tersangka.
“Terbanyak tersangka statusnya sebagai pelajar atau mahasiswa ini membuat saya prihatin,” ungkapnya.
Edhy memberi pesan kepada seluruh masyarakat yang mengetahui kondisi orang-orang disekitarnya, baik keluarga maupun tetangga yang terjerumus narkoba, agar dapat melapor.
“Kalau malu atau takut, datang saja ke Kantor BNN terdekat. Kami akan jamin keamanan dan kerahasiaan pelapor. Si pecandu ini juga kita bantu, kita obati di rehab, gratis,” pungkasnya.
BNN Kaltim juga menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan tempat rehabilitasi bagi pecandu yang keseluruhan fasilitasnya gratis. Edhy beserta jajaran optimis masyarakat akan lebih waspada terhadap peredaran barang haram ini. (gr/deL)












