banner 728x250

Kapal Pengangkut Batubara Alami Kandas di Perairan Sukan, Tidak Ganggu Jalur Pelayaran

Screenshot

TANJUNG REDEB, BorneoPost – Sebuah kapal pengangkut batubara, TB. Prima Star 15 / TK. Prima Sakti 32, dilaporkan mengalami insiden kandas di Perairan Sukan, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 13.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal tengah menunggu arus pasang untuk melanjutkan perjalanan.

Menurut laporan resmi Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, kapal tersebut sebelumnya berangkat dari lokasi pemuatan batubara pada pukul 06.00 WITA. Saat melewati Perairan Sukan, kapal berupaya mencari lokasi aman di luar jalur pelayaran untuk mengandaskan sementara karena kondisi draft kapal yang tidak terlalu dalam, yakni sekitar 3,7 meter. Namun, derasnya arus surut membuat kapal terdorong dan mengalami gesekan dengan kapal TK. Prima Sakti 72 yang sebelumnya telah kandas di lokasi yang sama.

“Akibat gesekan tersebut, TK. Prima Sakti 32 mengalami kebocoran pada bagian buritan lambung kiri, sementara kapal TK. Prima Sakti 72 tidak mengalami kerusakan,” demikian keterangan dalam laporan yang ditandatangani Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, S.ST, M.MTr.

Sebagai langkah darurat, nakhoda kapal segera menambah air ballast di tangki haluan kanan untuk menyeimbangkan posisi kapal dan melakukan pemompaan air menggunakan pompa alkon agar kapal dapat terapung kembali. Pihak kapal juga berencana melakukan docking untuk perbaikan setelah proses pembongkaran muatan di kapal induk pada 27 Oktober 2025 mendatang.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas dari UPP Kelas II Tanjung Redeb langsung turun ke lokasi guna memastikan kondisi kapal dan keamanan jalur pelayaran. “Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan situasi di lapangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada korban jiwa, dan kejadian ini tidak mengganggu aktivitas pelayaran maupun operasional pelabuhan,” ujar Lister Martupa Gurning.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian tersebut untuk mencegah insiden serupa terulang. “Kami akan memanggil nakhoda dan pihak terkait untuk dimintai keterangan. Ini bagian dari langkah penegakan aturan keselamatan pelayaran yang menjadi tanggung jawab kami,” imbuhnya.

Lister menambahkan, kejadian kapal kandas seperti ini umumnya dipengaruhi oleh kondisi arus dan kedalaman perairan yang berubah akibat pasang surut, sehingga koordinasi antara nakhoda dan petugas pelabuhan menjadi hal penting. “Kami mengimbau seluruh operator kapal agar lebih memperhatikan kondisi arus dan alur pelayaran sebelum berlabuh atau berlayar, khususnya di area yang memiliki karakteristik perairan dinamis seperti di Berau,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali, sementara proses tindak lanjut terhadap kapal yang mengalami kebocoran masih dilakukan sesuai prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *