TANJUNG REDEB,Borneo Post – Ketua Komisi III DPRD Berau, H.Saga angkat bicara mengenai adanya Base Transceiver Station (BTS) atau tower telekomunikasi di Kecamatan Kelay yang belum berfungsi maksimal dan masih belum dirasakan dengan maksimal oleh masyarakat Kelay.
Dia mengatakan, permasalahan tersebut tak hanya terjadi di Kecamatan Kelay, melain juga ada di beberapa wilayah pesisir selatan Bumi Batiwakkal.
“Kita harap dari OPD terkait dapat secepatnya menindaklanjuti permasalahan-permasalahan telekomunikasi ini karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ucapnya, Senin (2/10/2023).
Terkait dengan MBPS yang kecil di Kecamatan Kelay, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mendorong OPD terkait segera mengusulkannya ke pemerintah pusat sebagai pihak berwenang.
“Jadi jangan pasrah dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Justru kita harus usulkan agar ada penambahan MBPS tersebut,” tuturnya.
Saga menegaskan, jangan sampai apa yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada Kabupaten Berau tidak dapat difungsikan dengan maksimal.
“Kalau hanya bisa digunakan untuk menelepon saja, kasihan para pekerja yang ada di pemerintah kampung maupun kecamatan, karena BTS yang ada tidak dapat digunakan mengakses internet,” katanya.
Disebutnya, jika infrastruktur telekomunikasi tidak memadai, maka tuntutan mengenai peningkatan kinerja tidak dapat terealisasi sepenuhnya.
“Apalagi jika seluruh pekerjaan harus melalui online. Maka perangkat daerah yang berada di wilayah blankspot akan kesulitan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Saga berharap pihak eksekutif bisa secepatnya mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya berharap persoalan mengenai telekomunikasi bisa ditangani, selain mempermudah pekerjaan para perangkat pemerintah, juga memberi rasa nyaman kepada masyarakat agar dapat menerima informasi dengan cepat,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan salah satu wilayah terparah yakni Kecamatan Kelay dan Segah. Walau saat ini semua Kantor Pemerintahan Kampung sudah disediakan Very Small Aperture Terminal (VSAT), agar di wilayah tersebut juga bisa menikmati jaringan telekomunikasi.
Sebab, saat ini baru 532 titik Wifi gratis dari 1.000 titik yang disediakan Pemkab Berau dan masih 468 titik wifi yang akan dituntaskan pada tahun ini.
“Kami upayakan penyediaan Wifi gratis akan tuntas tahun ini,” ucapnya
Selain itu, terkait untuk dua Kecamatan yang kondisi sulit dijangkau, pihaknya telah memasang tiang pemancang jaringan internet di dua kecamatan tersebut.
Karena, dua daerah tersebut sangat membutuhkan perlakuan khusus dan sampai hari ini sudah ada sembilan kampung yang sudah terpasang jaringan internet.
Dirinya menyebut, untuk kecepatan jaringan atau provider pada WiFi gratis memiliki rata-rata kecepatan sekitar 5 Mbps. Sehingga pihaknya telah menarik jaringan dari Kampung Merasa hingga ke Kelay.
“Ternyata meskipun sudah ditambah dua repeater jaringan masih lemah,” Terangnya
Sehingga untuk memberikan sinyal ke daerah Kampung Merapun hingga ke Kecamatan Segah, pihaknya menarik sinyal melalui pemancar jaringan dari Sanggata.
“Sehingga masyarakat bisa menikmati layanan jaringan telekomunikasi,” bebernya.
Sementara itu, untuk daerah Kampung Long Sului, Kecamatan Kelay akan diberikan perlakuan khusus. Dengan menambah tujuh repeater tregeotik lagi.
Namun diluar ekspektasi, untuk daerah-daerah seperti Kecamatan Kelay dan Segah perlu perhatian karena jaringan sangat terbatas. Terutama untuk Kampung-Kampung yang cukup jauh atau pelosok.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya pun sudah mengarahkan kabel fiber optik hingga ke daerah pesisir termasuk dengan pembangunan BTS.
“Tinggal Kampung Long Sului yang belum terpasang fiber optiknya,” imbuhnya.
Dengan melihat letak wilayah yang sulit terjangkau yaitu Kecamatan Segah dan Kecamatan Kelay. Dikarenakan Kabupaten Berau memiliki kondisi topografi dan geografis yang cukup sulit.
Namun pihaknya akan berupaya untuk melakukan jika didapati kerusakan atau malfungsi di berbagai titik akan melakukan kordinasi kepada tim teknis sepert penyedia layanan provider dan PLN.
Pemasangan 1.000 titik wifi gratis ini akan diselesaikan pada tahun ini, karena telah terprogram dengan angagran Rp2,7 miliar.
“Walaupun ada kendala-kendala yang terjadi. Kami tetap akan mengupayakan penyediaan WiFi gratis akan terpasang di seluruh kampung,” tutupnya. (PiN/ADV)












