banner 728x250

Melalui Dinas Pangan Pemkab Akan Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

TANJUNG REDEB, Borneo Post – Isu ketahanan pangan merupakan persoalan mendasar bagi sebuah wilayah, sehingganya Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar memperhatikan setiap daerah yang tergolong rawan pangan.

Selain itu, dirinya mendorong Pemkab Berau menyusun program ketahanan pangan yang nantinya akan dipakai untuk menyongsong setiap daerah agar terhindar dari rawan pangan.

“Saya meminta program untuk menyusun program dengan cermat. Jika sudah ada, akan kita evaluasi apakah sudah berjalan dan efektif atau tidak,” ungkapnya.

Seharusnya katanya, pemerintah daerah tidak hanya melaksanakan pembangunan berupa fisik semata, tapi juga pada ketahanan pangan dengan baik melalui program-program yang benar.

“Masalah ketahanan pangan ini tidak bisa kita anggap remeh, perlu perhatian khusus lewat program-program yang tepat untuk menangani hal tersebut,” tegasnya.

Penanganan daerah rawan pangan sangat penting, karena berdampak untuk masyarakat. Sehingga antisipasi pemerintah menghadapi wilayah rawan pangan harus memiliki kesiapan yang matang. “Sehingga kita bisa menjamin keamanan wilayah kita dari isu rawannya ketahanan pangan,” ujarnya.

Untuk itu DPRD Berau ke depan sebutnya, melakukan koordinasi dengan Pemkab Berau serta OPD terkait, untuk merumuskan program-program unggulan yang tepat. Program ini akan langsung dikerjakan, baik program jangka panjang maupun jangka pendek.

“Semoga program-program yang akan digunakan dapat berjalan dengan lancar dan efektif untuk ketahanan pangan di Kabupaten Berau,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pangan, Rakhmadi Pasarakan, menerangkan, sejauh ini pihaknya sebagai perpanjangan tangan Pemkab Berau berupaya mengatasi wilayah rawan pangan. Di antaranya adalah gerakan menanam cabai yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kita tentu ingin fokus lewat beberapa gerakan yang sudah dilaksanakan,” paparnya Rabu (22/5/2024).

Upaya lainnya ialah, bantuan pangan berupa beras dan non beras untuk 22 daerah di 7 kecamatan di Berau. “Bantuan ini nantinya akan disasar di beberapa kecamatan, misalnya di Segah seperti Long Ayan, dan Kelay di Mapulu,” terangnya.

Bantuan pangan ini sebutnya akan disalurkan tahun ini, namun masih menunggu proses lelang untuk pengadaan bantuan pangan non beras. “Kita masih menunggu untuk bantuan pangan non berasnya,” ujarnya. 

Selain itu, pemerintah siap menyalurkan cadangan pangan yang ada untuk suatu keadaan kegawatdaruratan, misalnya bencana alam ataupun kegagalan panen. “Ini kan di Bidukbiduk ada gagal panen, cadangan pangan akan menyasar ke sana juga,” jelasnya.

Sehingga, dirinya mengajak masyarakat untuk mulai menanam beberapa kebutuhan pokok atau pendamping, misalnya cabai dan tomat, sehingga masyarakat bisa mengurangi ketergantungan Berau terhadap produk dari luar.

(Arifin/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *