banner 728x250

Pemkab Berau Percepat Pembangunan TPS3R di Kawasan Wisata


BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan destinasi wisata unggulan. Langkah ini ditempuh untuk menjawab persoalan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan serius di tingkat kecamatan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengatakan percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi salah satu solusi konkret yang kini diprioritaskan pemerintah daerah.

“Pembangunan TPS3R ini kami dorong untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah, terutama di wilayah wisata yang aktivitas masyarakat dan kunjungannya cukup tinggi,” ujar Bambang, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, program pembangunan TPS3R telah berjalan secara bertahap sejak 2024 dan akan dilanjutkan hingga 2025. Sejumlah kawasan wisata utama bahkan sudah lebih dulu menikmati fasilitas tersebut.

“TPS3R saat ini sudah terealisasi di Pulau Maratua dan Derawan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, lanjut Bambang, tidak berhenti pada dua lokasi tersebut. Saat ini, perencanaan pembangunan TPS3R tengah disiapkan untuk kawasan Biduk-Biduk, serta pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kecamatan Talisayan. Sementara itu, Kampung Tubaan juga masuk dalam daftar lokasi pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berikutnya.

Menurut Bambang, keberadaan TPS3R diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Selama ini sampah identik dengan dibuang. Ke depan, masyarakat diarahkan untuk memilah sampah sejak dari rumah, baik organik, non-organik, maupun plastik,” jelasnya.

Dalam implementasinya, pembangunan dan pengelolaan TPS3R dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan sistem pengolahan sampah berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar memberi dampak terhadap kebersihan lingkungan.

Pemerintah daerah berharap, penguatan sistem pengelolaan sampah ini dapat menjaga citra Berau sebagai daerah tujuan wisata yang bersih dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *