banner 728x250

Pemkab Berau Resmikan Lima Puskesmas Non Rawat Inap, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

BERAU, BorneoPost – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau kembali diperkuat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi merealisasikan pembangunan lima Puskesmas non rawat inap yang menyediakan layanan UGD 24 jam serta fasilitas persalinan. Kelima Puskesmas tersebut berlokasi di empat kecamatan terdekat dan dirancang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan merata bagi masyarakat.

Puskesmas ini dilengkapi layanan penanganan kegawatdaruratan, pelayanan ibu dan anak, serta sistem rujukan cepat ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Selain sarana yang diperbarui, kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi fokus utama agar pelayanan dapat berlangsung optimal dan berkelanjutan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa keberadaan Puskesmas non rawat inap ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Berau dalam memperkuat layanan kesehatan primer.

“Puskesmas yang lebih representatif dan layanan nonstop merupakan langkah penting menghadirkan pelayanan kesehatan yang dekat, cepat, dan responsif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sri menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja, profesionalitas, dan kualitas pelayanan.

“Puskesmas harus menjadi ruang pelayanan publik yang humanis, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi pasien,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan tanpa diskriminasi. “Jangan ada perbedaan layanan, baik untuk pasien BPJS maupun umum,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Juniarsih turut menyampaikan bahwa Kabupaten Berau kembali meraih penghargaan tingkat nasional, yakni Universal Health Coverage (UHC) Award 2024. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam memperluas kepesertaan BPJS Kesehatan dan mendukung penuh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia pun mendorong Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, agar pelayanan semakin profesional, merata, dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai bupati perempuan pertama di Berau, Sri Juniarsih kembali menegaskan bahwa sektor kesehatan akan tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Berau mendapat akses layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” tandasnya.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *