BERAU, BorneoPost – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. (H.C) Hj. Megawati Soekarnoputri, DPC PDI-P Kabupaten Berau menggandeng Kesultanan Sambaliung menggelar aksi penebaran 7.900 benih ikan di Sungai Berau, tepatnya di Dermaga Kesultanan Sambaliung, Jumat (23/1-1016).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Merawat Pertiwi”, sebuah gerakan nasional PDI Perjuangan yang menitikberatkan pada kepedulian terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam.
Ketua DPC PDI-P Berau, Rudi P. Mangunsong, mengatakan penebaran benih ikan ini menjadi simbol kepedulian Ketua Umum PDI Perjuangan terhadap kelestarian ekosistem sungai, sekaligus upaya menjaga keberlanjutan sumber pangan masyarakat.
“Salah satu program Ibu Ketua Umum adalah merawat Pertiwi. Hari ini kami melaksanakannya dengan menebar 7.900 ekor benih ikan di Sungai Berau bersama Kesultanan Sambaliung,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan, benih ikan yang ditebar diharapkan dapat tumbuh dan berkembang biak sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Berau.
“Ini bukan hanya seremoni. Ikan ini diharapkan bisa berkembang dan kelak menjadi konsumsi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian habitat Sungai Berau,” jelasnya.
Rudi menegaskan, kolaborasi dengan Kesultanan Sambaliung bukan tanpa alasan. PDI Perjuangan, kata dia, secara struktural diarahkan oleh Ketua Umum untuk merangkul dan bersinergi dengan kearifan lokal, lembaga adat, serta tokoh-tokoh budaya di daerah.
“Kami diperintahkan langsung oleh Ibu Ketua Umum agar PDI Perjuangan dekat dengan kearifan lokal dan tokoh adat. Kesultanan Sambaliung merupakan simbol sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Berau yang harus dirangkul dan dihormati,” tegasnya.
Menurut Rudi, posisi Sultan Sambaliung memiliki peran sentral dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Berau. Karena itu, PDI-P memandang penting untuk membangun komunikasi, meminta arahan, serta menyerap nilai-nilai adat dalam menjalankan program-program kepartaian di daerah.
“Sultan bukan sekadar tokoh masyarakat, tetapi Raja di Berau. Sudah sepatutnya kami berdampingan, meminta petuah dan arahan dalam menjalankan program kepartaian,” tambahnya.
Selain aksi lingkungan, PDI-P Berau juga menyatakan komitmennya mendukung pelestarian sejarah dan budaya lokal. Bersama Kesultanan Sambaliung, PDI-P Berau tengah mendorong rencana pembuatan film tentang Raja Alam, sosok penting dalam sejarah Berau.
“Kami siap mendukung agar figur Raja Alam dikenal lebih luas, tidak hanya di Berau tetapi juga secara nasional,” pungkas Rudi.
Kegiatan ini menjadi cerminan sinergi antara partai politik dan lembaga adat dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta memperkuat jati diri lokal di Kabupaten Berau.












