banner 728x250

Perkuat Peran Keluarga, Syarifatul Dorong Implementasi Perda Ketahanan Keluarga

Berau, harianborneopost.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diyah, kembali menekankan pentingnya peran keluarga dalam menopang arah pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) ke-2 Tahun 2026 untuk Wilayah VI yang mencakup Bontang, Kutai Timur, dan Berau, Selasa (17/2/2026), di Jalan Sawi Gang Bayam, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Sosialisasi tersebut mengangkat Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Turut hadir sebagai narasumber Akhmad Yudiansyah dan Yohanis Lamba, S.Th, dengan Reni Sandy Donnalo bertindak sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Syarifatul menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari penguatan unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul saat ini tidak terlepas dari melemahnya fungsi keluarga.

“Pembangunan yang berhasil tidak hanya dilihat dari kemajuan fisik, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya. Dan itu dibentuk pertama kali di lingkungan keluarga,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya menyangkut kestabilan ekonomi, tetapi juga mencakup pola asuh, pendidikan anak, kesehatan, hingga pembinaan nilai moral dan spiritual. Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi digital, keluarga dituntut lebih adaptif dan memiliki ketahanan yang kuat.

Syarifatul menilai, kehadiran Perda Nomor 2 Tahun 2022 menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan arah kebijakan yang jelas terkait pembinaan dan pemberdayaan keluarga. Namun demikian, ia menegaskan bahwa regulasi tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

“Perda ini bukan sekadar dokumen hukum, melainkan pedoman bersama. Implementasinya memerlukan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Akhmad Yudiansyah memaparkan ruang lingkup Perda yang meliputi program pembinaan, perlindungan, dan pemberdayaan keluarga secara terintegrasi. Sedangkan Yohanis Lamba menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai etika dan keagamaan dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan dialog bersama warga yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari tantangan ekonomi keluarga hingga pengawasan anak di era digital.

Melalui kegiatan ini, Syarifatul berharap pemahaman masyarakat terhadap pentingnya ketahanan keluarga semakin meningkat, sehingga pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *