banner 728x250

PT Berau Coal Bangun Jembatan Usaha Tani di Pegat Bukur, Dorong Produktivitas Petani

BERAU, BorneoPost – PT Berau Coal kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kampung melalui pembangunan jembatan jalan usaha tani di Kampung Pegat Bukur, Kabupaten Berau. Infrastruktur tersebut diresmikan pada 6 Februari 2026, bersamaan dengan peresmian Gedung Sekretariat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Pegat Bukur.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengapresiasi kontribusi perusahaan yang dinilai berperan penting dalam mempercepat pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur kampung. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor strategis karena pembangunan tidak dapat sepenuhnya ditangani oleh pemerintah.

“Hadirnya perusahaan ini memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap perkembangan Kabupaten Berau. Terima kasih kepada PT Berau Coal atas kontribusinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan perusahaan tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat terus berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang.

Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, mengatakan pembangunan jembatan usaha tani sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses menuju area pertanian, perkebunan, serta rencana pengembangan permukiman baru.

“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Akses menjadi lebih mudah, dan lahan yang sebelumnya kurang produktif kini dapat dimanfaatkan,” katanya.

Community Base Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan yang difokuskan untuk mendukung aktivitas kelompok tani hortikultura dan pengembangan kakao.

Ia mengakui, selama ini aktivitas pertanian di Kampung Pegat Bukur menghadapi kendala keterbatasan akses jalan yang dapat dilalui kendaraan, sehingga pengangkutan hasil kebun belum optimal. Melalui pembangunan jalan usaha tani, jembatan, dan gorong-gorong, diharapkan akses produksi dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar dan aman.

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur dasar seperti ini memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas petani, memperkuat ekonomi kampung, serta menciptakan peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, PT Berau Coal juga menjalankan sejumlah program pendukung, antara lain sekolah lapang bagi 16 petani, pembangunan kebun kakao seluas 8 hektare, pengembangan kemitraan kompos bersama BUMK Batu Bual, pembangunan fasilitas agrowisata berupa toilet dan gazebo, bantuan motor sampah, serta program penanganan stunting bagi 16 anak.

Peresmian jembatan dan fasilitas kampung tersebut diharapkan mampu memperkuat akses infrastruktur pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pegat Bukur secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *