banner 728x250
Berita  

Telah Ditemukan Korban Tenggelam Dua Kakak Beradik di Kolam Bekas Tambang Batu Bara

Samarinda, Borneo Post- Telah ditemukan korban tewas kakak beradik di kolam bekas tambang batu bara, di Jalan Lobang Tiga, Kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang Kota Samarinda, pada Minggu (05/05/2024) lalu.

Kronologi tenggelamnya kakak beradik ini bermula ketika para korban beserta satu orang yang diketahui sebagai sepupu sedang asik berenang di kawasan tersebut, pada Siang hari menjelang dzuhur.

“Ketiga anak ini sedang berenang dengan berpegangan tangan, saat itu Azka sepupunya sempat melepaskan tangan dan berenang ketepian menyelamatkan diri,” pungkas Ketua RT 9 saat ditemui dikediamannya, pada Senin (06/05/2024).

Berdasarkan keterangan warga, kedua korban merupakan murid di SD 15 Samarinda dan merupakan warga RT 10, yang berinisial RP (12) berjenis kelamin perempuan yang merupakan kakak dari RS (7) yang berjenis kelamin laki-laki.

Karena kejadian tersebut, Azka, sepupu dari para korban setelah menyelamatkan diri, Ia langsung berlari dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ibu kandungnya dan warga sekitar. Warga yang mendengarpun segera menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian.

“Si adik RS ditemukan dengan posisi agak ke tengah dari tempat dia berenang. Ketemunya itu sekitar habis dzuhur, setelah melakukan pertolongan, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RS Moeis,” jelasnya.

Namun usai tiba di Rumah Sakit, nyawa RS (sang adik) tidak dapat tertolong disebabkan terlalu lama di dalam air.

Operasi pencarian terus dilakukan oleh tim Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) Kota Samarinda beserta relawan untuk mencari sang kakak RP. Selang beberapa waktu, korbanpun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul tiga sore.

Adapun tim SAR (Search and Rescue) yang terlibat dalam pencarian tersebut antara lain, Basarnas Kota Samarinda, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Kota Samarinda, Polsekta (Kepolisian Sektor Kota) Sungai Kunjang, dan Relawan Kota Samarinda.

Sebagai informasi, kolam bekas galian tambang tersebut sudah ada sejak tahun 2000, dan sering digunakan untuk berenang dan memancing oleh warga sekitar.

“Lokasi lubang bekas tambang tersebut memang sering dijadikan tempat berenang anak-anak. Termasuk tempat memancing,” ucap Wakid yang merupakan ketua RT 9.

Karena kejadian ini, Ketua RT 9 Wakid, meminta kepada pemerintah daerah untuk merevitalisasi kolam bekas tambang itu untuk dijadikan tempat rekreasi agar lebih terjaga keamanannya.

Sementara itu Ketua RT 10, Ivan, meminta kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan dan lebih waspada kepada anak-anak mereka guna mencegah kejadian ini berulang kembali.

Ivan menjelaskan jika kedua korban telah dikebumikan di Kuburan Muslim, depan SMPN 15 Samarinda pada Senin (06/05/2024) pagi lalu.

Di sisi lain, Lurah Loa Buah, Budi, mengucapkan bela sungkawa atas kejadian itu serta menegaskan kepada pihaknya untuk segera memasang tanda peringatan untuk tidak berenang atau bermain lagi dikawasan tersebut.

“Secepatnya kami akan memasang flayer tersebut,” ucap Budi saat dikonfirmasi melalui via telepon. (Delvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *