TANJUNG REDEB, BorneoPost – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti kondisi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Tanjung Redeb yang kini mengalami kelebihan kapasitas. Menurutnya, fenomena ini menjadi sinyal bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus di Bumi Batiwakkal terus meningkat dan perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah.
“Over-capacity ini menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus semakin banyak. Artinya, kebutuhan fasilitas pendidikan khusus juga harus segera ditingkatkan,” ujar Gamalis, Senin (27/10/2025), saat membuka Festival Olahraga Disabilitas di GOR Pemuda.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berencana mengusulkan penambahan gedung baru untuk SLB pada pengajuan anggaran tahun 2026. Harapannya, pembangunan bisa direalisasikan pada tahun berikutnya agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
“Jika memungkinkan, tahun depan akan kami usulkan. Karena penambahan ruang belajar menjadi kebutuhan yang mendesak,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Gamalis menekankan pentingnya menyediakan ruang ekspresi bagi anak-anak disabilitas. Menurutnya, kegiatan seperti festival olahraga dan seni harus rutin digelar agar mereka dapat mengasah kemampuan dan menunjukkan potensi terbaiknya.
“Ruang ekspresi sangat penting bagi anak-anak disabilitas. Dengan begitu mereka bisa tampil dan menunjukkan bakatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gamalis berharap dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Berau.
“Kalau nanti provinsi juga bisa ikut membantu, tentu realisasinya akan lebih mudah. Intinya, fasilitas seperti gedung baru atau alat bantu belajar akan terus kami upayakan agar mereka mendapatkan dukungan maksimal,” pungkasnya.
Arifin/Adv












