Thresia Hosanna: Saatnya Bangun Kaltim dengan Cinta

Samarinda, BorneoPost – Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Suku Kalimantan (PKBSK), Dr. Thresia Hosanna, SH, MH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalimantan Timur dengan semangat persatuan dan cinta daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Thresia saat menghadiri forum silaturahmi bersama organisasi kemasyarakatan yang digelar di Gedung Olah Bebaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Senin (13/4/2026).

Menurut Thresia, saat ini Kalimantan Timur membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja, memiliki komitmen, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah tanpa memandang latar belakang kelompok maupun golongan tertentu.

Ia menilai pemerintah perlu melibatkan orang-orang yang memahami kondisi daerah, budaya, serta aturan yang berlaku agar penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat berjalan tepat sasaran.

“Kalau salah dalam menyampaikan pesan, itu bisa merusak nama pemerintah dan nama Kalimantan Timur. Karena itu harus diisi oleh orang-orang yang memahami daerah ini,” ujarnya.

Tokoh perempuan Dayak Kaltim tersebut juga menekankan pentingnya pemberdayaan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, agar pembangunan berjalan merata dan tidak menimbulkan kesan pilih kasih.

“Kita harus bersatu supaya pembangunan Kalimantan terus berjalan. Semua masyarakat, ormas, dan seluruh unsur harus diberdayakan, jangan ada tebang pilih,” tegasnya.

Selain itu, Thresia turut menyoroti peran influencer yang saat ini banyak hadir di ruang publik maupun pemerintahan. Menurutnya, keberadaan influencer tetap memiliki nilai positif, namun harus diimbangi dengan figur yang memahami substansi pembangunan daerah.

Ia mengapresiasi kontribusi para influencer selama ini, namun berharap pemerintah juga melibatkan tokoh-tokoh yang mampu menyampaikan pesan secara konstruktif demi menjaga suasana daerah tetap kondusif.

“Saya apresiasi teman-teman influencer. Tetapi perlu dipadukan dengan orang-orang yang benar-benar mengerti dan bisa berbicara positif agar Kalimantan Timur tetap damai dan pemerintah bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Thresia juga menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Timur dalam forum tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah penting agar aspirasi organisasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi bersama.

“Kami ormas di Kaltim sebenarnya menginginkan Bapak Gubernur hadir, karena di sinilah kita mencari jalan keluar menghadapi persoalan di Kalimantan Timur. Dengan hadirnya beliau, kita bisa mendengar penjelasan langsung agar semua bersatu,” ucapnya.

Menjelang isu agenda yang ramai dibicarakan pada 21 April mendatang, Thresia mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan komunikasi sehat demi menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya tidak memecah persatuan, melainkan menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan Kalimantan Timur.

“Sekarang bukan lagi masa pemilihan gubernur, tetapi masa kita membangun Kalimantan Timur dengan cinta. Jangan ada pengelompokan atau kotak-kotakan. Mari bersama-sama membangun daerah ini agar Kalimantan Timur dipandang dunia sebagai daerah yang hebat,” pungkasnya.

Penulis: Grace

Exit mobile version