Samarinda, Borneo Post- Koalisi Mahasiswa Pesisir Bergerak dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda lakukan aksi demo pada, Rabu (06/03/2024) di depan kantor Bea Cukai Samarinda.
Demo tersebut didasari adanya operasi ilegal bongkar muat ship to ship transfer (STS) di Muara Jawa.
Andi Irwansyah Jahyadi, Koordinator lapangan Koalisi Mahasiswa Pesisir Bergerak, mengatakan terdapat beberapa tuntutan kepada Bea Cukai.
“Pertama, stop alih muat barang di perairan Pelabuhan ship to ship Muara Jawa yang saat ini beraktivitas secara ilegal dan yang kedua, kami minta untuk menindak tegas secara hukum para pihak yang telah melakukan kegiatan illegal tersebut,” ucapnya setelah menggelar aksi demo.
Karena hal tersebut, Andi merasa kecewa terhadap kurangnya awareness dari pihak Bea Cukai dengan masalah yang timbul.
“Seharusnya pihak Bea Cukai koordinasi dengan lembaga dan stakeholder yang terkait, seharusnya sudah dilakukan sejak awal,” sambungnya.
Mereka meminta kepada pihak Bea Cukai untuk memberikan tanggapan dan tindakan yang jelas mengenai operasi ilegal tersebut, serta memberikan ancaman akan melakukan aksi demo yang lebih besar apabila tidak mendapat jawaban dari pihak yang bersangkutan. (Delvi)












