DLHK Intensifkan Perawatan Penghijauan, Pemupukan Serentak Digelar Dua Kali Setahun

BERAU, BorneoPost  – Upaya penghijauan yang telah dilakukan sebelumnya tidak berhenti pada penanaman semata. Dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau akan mengintensifkan perawatan melalui pemupukan lanjutan dan pemeliharaan rutin di berbagai titik strategis, termasuk kawasan RSUD Sultan Agung.

Kepala DLHK Berau, Mustakim, mengatakan pemupukan tahap kedua segera dilaksanakan dengan fokus pada tanaman pelindung dan tanaman hias yang telah ditanam di lingkungan rumah sakit. Jenis tanaman yang mendominasi antara lain tabebuya, pucuk merah, serta sejumlah bunga hias yang dirancang untuk menunjang kenyamanan dan estetika kawasan.

“Di area rumah sakit, kami fokus pada tanaman pelindung. Bahkan pucuk merah kami tanam hingga ke area lantai dua agar tetap hijau tanpa mengganggu bangunan,” ujar Mustakim, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, konsep penanaman tersebut sengaja menghindari tanaman yang tumbuh terlalu tinggi, guna menjaga keindahan visual sekaligus keamanan lingkungan fasilitas publik.

Tidak hanya terpusat di RSUD Sultan Agung, program penghijauan dan perawatan ruang terbuka hijau (RTH) juga dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota. Perawatan mencakup kawasan perkotaan hingga wilayah Teluk, dengan sistem pengawasan terpusat di Taman Sanggam.

“Penghijauan ini kami lakukan secara merata. Perawatannya dimonitor dari Taman Sanggam agar kualitas RTH tetap terjaga,” jelasnya.

Ke depan, DLHK Berau akan menerapkan pola pemupukan serentak di seluruh wilayah. Setiap tahunnya, pemupukan dijadwalkan dua kali, yakni pada Januari dan Juli, sebagai upaya menjaga kesuburan tanaman dan memastikan ruang hijau tetap asri sepanjang tahun.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah memanfaatkan stok pupuk hasil pengadaan tahun 2025. Saat ini tersedia sekitar 5 ton pupuk padat, ditambah pupuk cair dari pengadaan sebelumnya yang masih mencukupi.

“Stok ini diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan pemupukan dua kali dalam setahun,” beber Mustakim.

Pupuk tersebut digunakan untuk perawatan tanaman pelindung di median jalan, pedestrian, taman kota, hingga berbagai sudut kota lainnya. Sementara itu, jenis tanaman yang digunakan di pedestrian dan taman kota disesuaikan dengan karakter kawasan, mengombinasikan tanaman pelindung dan tanaman hias.

“Tujuan utamanya adalah menjaga kualitas ruang terbuka hijau agar tetap nyaman, indah, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Exit mobile version