banner 728x250

DPRD Berau Dukung Penguatan Pangan Lokal, Dorong Kemandirian dari Desa

BERAU, BorneoPost  – DPRD Kabupaten Berau memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mengembangkan potensi pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap beras dari luar daerah.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kebijakan Pemkab untuk mengoptimalkan pangan lokal merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi kemandirian pangan daerah. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Festival Kuliner Pangan Lokal, yang digelar oleh Dinas Pangan Berau dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025, belum lama ini.

Menurut Sumadi, selama ini masyarakat Berau masih terlalu bergantung pada beras, padahal sebagian besar pasokannya didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Pulau Jawa. Kondisi ini membuat Berau belum sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Berau sebenarnya punya kekayaan sumber pangan yang luar biasa. Kita punya banyak alternatif selain beras  mulai dari singkong, umbi-umbian, pisang, hingga bengkoang  yang semuanya bergizi dan bisa diolah menjadi makanan pokok,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengembangan pangan lokal tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan mendorong petani dan pelaku UMKM lokal mengolah hasil pertanian daerah, nilai tambah bisa tercipta di tingkat kampung.

“Kalau pemerintah konsisten mendorong diversifikasi pangan, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain menekan ketergantungan dari luar, juga menghidupkan ekonomi lokal,” tegas politisi yang juga dikenal peduli sektor pertanian ini.

Sumadi juga menekankan pentingnya peran edukasi dan promosi agar masyarakat terbiasa mengonsumsi produk pangan asli daerah. Menurutnya, perubahan pola konsumsi harus dimulai dari kesadaran bersama bahwa pangan lokal tidak kalah bergizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi dan mengadakan kegiatan seperti festival pangan lokal. Dari situ, masyarakat bisa lebih mengenal potensi daerahnya sendiri. Kemandirian pangan itu dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap gerakan cinta pangan lokal dapat menjadi bagian dari budaya masyarakat Berau, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah tantangan distribusi dan ketergantungan bahan pangan dari luar daerah.

“Kalau kita bisa mengandalkan potensi yang ada di Berau sendiri, itu artinya kita selangkah lebih maju menuju kemandirian pangan,” tutup Sumadi.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *