Ketua Komisi I DPRD Berau Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Tak Hanya Fokus pada Pembangunan Fisik

BERAU, BorneoPost – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan di Bumi Batiwakkal perlu bergeser dari fokus tradisional pada pembangunan fisik menuju penguatan infrastruktur digital yang merata hingga ke pelosok kampung.

Menurutnya, era pembelajaran modern tidak lagi hanya membutuhkan ruang kelas dan bangunan sekolah, tetapi juga akses terhadap teknologi informasi yang dapat membuka peluang belajar tanpa batas.

“Sekarang ini pendidikan tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Kalau sekolah di kota sudah punya komputer dan internet, sekolah di pedalaman juga harus bisa menikmati hal yang sama,” ujar Elita.

Ia menilai, meskipun alokasi anggaran pendidikan Kabupaten Berau setiap tahun tergolong besar—bahkan telah mencapai 20 persen dari APBD sesuai amanat undang-undang—namun pemerataan fasilitas belajar berbasis digital masih jauh dari ideal.

Banyak sekolah di wilayah pesisir dan pedalaman Berau yang hingga kini belum memiliki laboratorium komputer, perpustakaan digital, maupun jaringan internet yang memadai. Kondisi ini, kata Elita, menimbulkan kesenjangan kualitas pembelajaran antara sekolah di perkotaan dan di daerah terpencil.

“Kalau anak-anak di kampung masih belajar tanpa dukungan teknologi, maka kesenjangan kualitas pendidikan akan terus terjadi. Padahal mereka juga berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” tegasnya.

Elita mendorong agar Pemkab Berau bersama Dinas Pendidikan segera menyusun peta kebutuhan pendidikan berbasis data yang lebih spesifik, termasuk peta fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di setiap sekolah. Dengan data yang akurat, perencanaan dan realisasi pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan efisien.

“Selama ini banyak program masih fokus pada pembangunan gedung. Padahal, yang dibutuhkan sekarang adalah fasilitas yang mendukung proses belajar digital. Kita harus mulai berpikir ke arah itu,” jelasnya.

Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan bukan hanya soal penyediaan perangkat, tetapi juga penyiapan sumber daya manusia, baik bagi guru maupun tenaga kependidikan. Pemerintah harus berperan aktif dalam pelatihan dan pendampingan agar tenaga pendidik mampu memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Guru harus dilatih agar tidak gagap teknologi. Percuma ada komputer kalau gurunya tidak siap menggunakannya. Transformasi digital harus menyentuh semua aspek,” tambahnya.

Elita menegaskan, transformasi digital harus masuk dalam prioritas utama rencana pembangunan pendidikan tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan pendidikan antara wilayah kota dan kampung, sekaligus menyiapkan generasi muda Berau yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kalau kita serius membangun pendidikan digital sejak sekarang, maka sepuluh tahun ke depan anak-anak Berau bisa bersaing dengan daerah lain bahkan di tingkat nasional. Itu investasi masa depan yang tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.

Dengan dorongan ini, DPRD berharap Pemkab Berau dapat menata ulang arah kebijakan pendidikan agar tidak lagi berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan berfokus pada pemerataan akses teknologi dan peningkatan kualitas pembelajaran digital di seluruh pelosok Berau.

Arifin/Adv

Exit mobile version