Kue Haw Khas Dayak Tembus Pasar Modern, UMKM Lokal Berjuang Lestarikan Warisan Kuliner

BERAU, BorneoPost  – Berawal dari ketertarikan terhadap kue tradisional yang kerap disajikan dalam acara adat dan pernikahan di kampung, Kue Haw khas Dayak kini mulai diperkenalkan ke pasar yang lebih luas oleh pelaku usaha rumahan asal Mahakam Ulu, Memei Hidayat.

Melalui brand MEZUMA, Memei berupaya mengubah persepsi bahwa kue haw hanya bisa dinikmati pada momen adat tertentu. Menurutnya, kue haw memiliki cita rasa khas yang layak menjadi camilan harian dan oleh-oleh unggulan Kalimantan Timur.

“Motivasi saya membawa kue haw ke pasar modern agar masyarakat luas bisa menikmatinya, tidak hanya saat acara adat atau pernikahan,” ujar Memei, Minggu (30/11/2025).

Ia menuturkan, kue haw bukan produk sembarangan. Proses pembuatannya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu karena merupakan warisan kuliner suku Dayak yang dibuat secara manual dengan tahapan cukup panjang. Hal inilah yang menjadi keunggulan sekaligus tantangan dalam pengembangan usaha.

“Tidak semua orang bisa membuat kue haw. Prosesnya panjang dan masih dikerjakan dengan tangan-tangan terampil, tanpa alat modern. Jadi produksinya tidak bisa langsung dalam jumlah besar,” jelasnya.

Saat ini, produksi kue haw masih terbatas dan dipasarkan melalui media sosial serta penjualan langsung setiap ada kegiatan dinas atau event yang melibatkan UMKM. Ke depan, Memei berencana memasukkan produknya ke swalayan terdekat agar jangkauan pasarnya semakin luas.

Sebagai langkah awal menembus pasar modern, ia tengah mempersiapkan legalitas usaha, seperti izin PIRT dan sertifikat halal. Menurutnya, hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan konsumen, khususnya bagi masyarakat yang masih ragu terhadap produk khas Dayak.

“Setelah izin lengkap dan produk dinyatakan halal, baru saya maksimalkan pemasaran, baik online maupun offline,” katanya.

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, usaha kue haw tak luput dari dampak penurunan daya beli masyarakat. Meski bahan baku relatif mudah didapat dan harganya stabil, keterbatasan tenaga kerja dan produksi manual masih menjadi kendala utama.

Memei berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata terhadap usaha rumahan yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Pasalnya, kue haw khas Dayak masih jarang dijumpai sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Timur.

“Saya berharap ada dukungan permodalan dan pembinaan, supaya usaha ini bisa berkembang lebih besar dan produksi kue haw bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Untuk saat ini, produk Kue Haw MEZUMA dapat dipesan melalui WhatsApp 0812 5853 3353, Instagram @olahan_memei, serta Facebook Mezuma Mahulu.

Exit mobile version