BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) diperketat hingga ke tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, salah satu langkah yang diusulkan adalah pemasangan CCTV yang dapat memantau aktivitas SPBU selama 24 jam. Sistem ini dinilai penting untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
“Dari Pertamina ke SBM, SBM ke Jobber, Jobber ke tangki, tangki ke SPBU, SPBU kepada saluran akhir. Di sinilah yang harus dijaga,” kata Gamalis, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, CCTV tidak cukup hanya merekam aktivitas. Pemantauan diharapkan dapat dilakukan secara langsung oleh pihak berwenang, bahkan melalui telepon seluler.
“Semua bisa melihat. Di handphone saya punya, ibu bupati juga punya, kawan-kawan punya. Jadi setiap hari kita bisa melihat ada sesuatu di situ,” ujarnya.
Gamalis menilai pengawasan terbuka diperlukan untuk mencegah persoalan distribusi BBM berulang. Terlebih, antrean panjang dan kesulitan mendapatkan BBM dapat dengan cepat memicu keresahan masyarakat.
Pemkab Berau pun mendorong pembahasan mekanisme pengawasan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait, termasuk Pertamina dan DPRD.
“Kalau bisa diputuskan di dalam RDP karena di situ regulasi. Kita di sini aktual, yang mengeksekusi,” tegasnya.
Ia memastikan Pemkab Berau siap menjalankan keputusan yang dihasilkan dalam RDP.
“Ketika apa yang diputuskan nanti oleh kawan-kawan di Dewan, benar-benar akan kita eksekusi,” pungkas Gamalis.
Arifin/Adv
