BERAU, BorneoPost – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Berau, Senin (10/11/2015) pagi. Ratusan peserta dari unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, pelajar, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung, berdiri tegap mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-78.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memimpin langsung jalannya apel peringatan. Dengan penuh semangat nasionalisme, upacara yang rutin digelar setiap 10 November itu menjadi momen refleksi untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan perjuangan mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam amanatnya, Bupati Sri Juniarsih membacakan pesan Menteri Sosial Republik Indonesia, yang tahun ini mengusung tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan.” Tema tersebut, kata Sri Juniarsih, lahir dari perenungan mendalam atas kondisi bangsa di tengah tantangan global dan “penjajahan modern” yang kini hadir dalam bentuk berbeda.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya tanah yang subur, hasil laut yang melimpah, dan kandungan bumi yang menyimpan beragam mineral. Namun, di balik itu semua, kita menghadapi ancaman penjajahan modern yang bisa menguasai potensi bangsa jika tidak kita kelola dengan bijak,” ujar Sri Juniarsih dalam sambutannya.
Menurutnya, tugas generasi penerus bangsa saat ini adalah mengelola kekayaan alam dan potensi penduduk Indonesia dengan semangat juang yang sama seperti para pejuang 10 November 1945. Semangat pantang menyerah, kerja keras, dan pengorbanan menjadi nilai luhur yang harus diwariskan dan dihidupkan kembali di era sekarang.
“Tidak mudah memang, tapi pasti bisa. Para pahlawan bangsa telah mengajarkan kepada kita nilai perjuangan yang jika diikuti, niscaya akan membawa bangsa ini pada kemenangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa pahlawan sejati adalah mereka yang berani berkorban demi kebenaran dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Nilai itu, menurut Sri Juniarsih, masih sangat relevan untuk dihidupkan di tengah dinamika kehidupan berbangsa saat ini.
“Para pahlawan telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa pecundang. Kita tidak akan pernah rela bersimpuh dan menyerah kalah. Sebesar apa pun ancaman dan tantangan yang datang, harus kita hadapi dengan tekad dan semangat membara,” ucapnya penuh semangat.
Sri Juniarsih juga menegaskan bahwa semangat untuk memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan kini dapat dirasakan di berbagai pelosok negeri. Semangat itu, kata dia, merupakan kelanjutan dari jiwa perjuangan para pahlawan yang berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
“Semangat itu harus terus hidup di dada setiap anak bangsa. Kita menolak kalah dan menyerah pada keadaan. Kita bersatu untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera,” tuturnya.
Di akhir amanat, Bupati Berau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan umum. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih cerah.
“Mari bersama kita bangun usaha-usaha yang berbasis pada kekuatan rakyat. Dengan gotong royong dan kerja nyata, kita wujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan semakin sejahtera,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Upacara tersebut berjalan dengan tertib dan penuh makna, menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tak pernah lekang oleh waktu dan setiap warga Indonesia memiliki tanggung jawab untuk meneruskannya dalam bentuk karya dan pengabdian nyata bagi bangsa.
Arifin/Adv
