PLN Hadirkan Cahaya Harapan: 234 Rumah Tangga Prasejahtera di Limunjan Nikmati Sambungan Listrik Gratis

BERAU, BorneoPost – Raut bahagia terpancar dari wajah warga Kampung Limunjan, Kecamatan Sambaliung. Setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan, kini sebanyak 234 rumah tangga prasejahtera di kampung tersebut akhirnya bisa menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero) melalui program Light Up The Dream (LUTD).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PLN dalam memperluas akses energi bagi masyarakat tidak mampu, sekaligus rangkaian kegiatan memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunitas PLN UIP Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (KLT), Ferdyan Hijrah Kusuma, menjelaskan bahwa bantuan sambungan listrik gratis ini tidak hanya bersumber dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN, tetapi juga hasil dari donasi sukarela pegawai PLN di seluruh Indonesia.

“Kami ingin perayaan Hari Listrik Nasional tidak berhenti pada seremoni, tapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat berbagi ini datang dari insan PLN sendiri, yang ingin menyalakan harapan bagi saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik,” ujar Ferdyan, Selasa (21/10/2025).

Ferdyan menambahkan, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi pintu pembuka bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Dengan listrik, masyarakat bisa beraktivitas lebih produktif, mulai dari usaha rumahan hingga kegiatan belajar anak-anak di malam hari.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyambut dengan hangat dan penuh apresiasi program tersebut. Ia menilai, sambungan listrik gratis dari PLN merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Listrik adalah kebutuhan pokok dan dambaan semua masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN UP3 Berau atas perhatian dan kepeduliannya terhadap warga kami,” ujar Sri Juniarsih.

Menurut Bupati, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kecil. Pasalnya, biaya pemasangan listrik secara mandiri bisa mencapai sekitar Rp2,5 juta, angka yang sulit dijangkau bagi sebagian besar warga prasejahtera.

“Bagi masyarakat kecil, biaya sebesar itu bukan hal mudah. Karena itu, bantuan ini sangat berarti. Ini bukan hanya soal cahaya, tapi tentang pemerataan dan keadilan sosial,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjut Sri Juniarsih, akan terus mendukung program-program serupa dan berharap sinergi antara PLN dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut, sehingga semua masyarakat Berau bisa menikmati akses energi yang merata dan berkelanjutan.

“Semoga cahaya yang hadir hari ini bukan hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi simbol terang bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

Arifin/Adv

Exit mobile version