banner 728x250

PLTD Sambaliung Meledak, Dalangi Pemadaman Listrik di Berau Hingga 10 Jam

TANJUNG REDEB, Borneo Post – Pemadaman listrik sejak Selasa (17/9/2024) sore, hingga Rabu (18/9/2024) dini hari akibat adanya kerusakan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuai aksi protes ratusan warga.

Akibat pemadaman hingga sepuluh jam tersebut, membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi Kantor PLN UP3 Berau, sekitar pukul 23.00 Wita, Selasa (17/9/2024).

Tak hanya menutup akses jalan, masa yang menyuarakan protes pun membakar sejumlah barang seperti sampah, kayu dan ban. Bahkan, demonstrasi merusak sejumlah fasilitas yang ada di sana.

Salah satu warga, Ayattullah turut menyuarakan kekesalannya terhadap pemadaman listrik yang sudah beberapa kali terjadi belakangan ini.

Dikatakannya, pemadaman terparah sejak kemarin hingga sepuluh jam tak kunjung menyala.

“Kami banting tulang kerja untuk bayar listrik, tapi pelayanan yang kami terima tidak sesuai harapan,” ungaknya tampak kesal.

Kemudian, pihaknya juga menuntut kompensasi dari pihak PLN akibat pemadaman banyak barang elektronik yang rusak.

“Kami minta kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuntutnya.

Terpisah, Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan menjelaskan, sejak beberapa hari lalu, pihak PLN tengah melakukan pemeliharaan tenaga pembangkit listrik di PLTU Lati dan PLTU Teluk.

“Sehingga daya listrik kita menurun. Jadi kami buat jadwal pemadaman untuk dua hari ke depan,” ungkap Rizki.

Diakuinya, dari pukul 17.00 hingga 22.00, pada Selasa (17/9/2024), menjadi puncak defisit listrik. Hal itu diperparah dengan adanya kejadian di PLTD Sambaliung.

“Sekitar pukul 21.00 ada kejadian di PLTD Sambaliung, di mana panel kami atau diesel kami mengalami ledakan yang menyebabkan pemadaman semakin meluas,” bebernya.

Akibat ledakan tersebut, jelas dia, pemadan yang mulanya sudah terjadwal menjadi tidak terjadwal.” Makanya pemadaman meluas,” imbuhnya.

Sehingga, pihaknya pun langsung melakukan penelusuran untuk melakukan perbaikan di PLTD Sambaliung.

“Kita langsung investigasi dan langsung melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kejadian aksi demonstrasi dilakukan sejak pukal 12.00 tengah malam. Massa mulai bubar pukul 03.10 dini hari saat pemadaman listrik berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *