banner 728x250

PPK DPUPR Berau Luruskan Informasi Proyek Jalan Mayang Mangurai II: “Biaya Rp22 Miliar Bukan untuk Satu Titik Saja”

BERAU, BorneoPost — Proyek pembangunan jalan menuju kawasan Bumi Perkemahan Mayang Mangurai II kembali menjadi sorotan setelah beredarnya informasi keliru di media sosial. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPUPR Berau, Bambang Edy M, menegaskan bahwa kabar mengenai besaran anggaran Rp22 miliar yang disebut hanya untuk satu ruas jalan menuju lokasi perkemahan tidak sesuai fakta.


Menurut Bambang, anggaran tersebut digunakan untuk serangkaian pekerjaan besar yang mencakup pembangunan akses baru dari Kampung Rantau Panjang ke Mayang Mangurai II, pemotongan kontur gunung, hingga pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan lebar rata-rata 8 meter.


“Angka Rp22 miliar itu bukan satu titik saja. Ada pembukaan lahan baru, pemotongan beberapa gunung, pengerjaan agregat hingga pelebaran jalan yang awalnya sekitar 12 meter menjadi 8 meter,” jelasnya.


Ia merinci bahwa dari total anggaran tersebut, sekitar Rp10 miliar digunakan khusus untuk pekerjaan pengaspalan. Pekerjaan itu mencakup pengaspalan 2 kilometer dari simpang tiga menuju kawasan perkemahan, hingga pengaspalan halaman utama sepanjang 145 meter dengan lebar 45 meter.
Tak hanya itu, proyek ini juga mendapat tambahan anggaran Rp4,5 miliar dalam APBD Perubahan untuk menuntaskan pekerjaan pengaspalan serta membuka akses baru dari belakang bandara menuju Mayang Mangurai II.
“Tujuannya agar masyarakat mendapat jalur lebih pendek dari Rantau Panjang menuju Labanan. Seluruh lahan yang digunakan juga telah sesuai dengan tata ruang DPUPR Berau,” ungkapnya.

Bambang turut memaparkan detail fisik proyek, di antaranya:
• Jalan poros: aspal 662 meter, lebar 6 meter
• Halaman pendopo: aspal 145 meter x 45 meter
• Jalan link 1 (memutari area perkemahan): 575 meter
• Jalan link 2 (jalur bus Pramuka): 400 meter
• Jalan dari atas pondok ke BJU: 525 meter
• Penanganan jalan Rantau Panjang: 2,4 km (galian, timbunan, box culvert)
Dengan skala pekerjaan sebesar ini, ia menegaskan bahwa anggaran yang digunakan sepenuhnya sesuai ruang lingkup proyek.
“Ini bukan jalan pendek seperti yang disebut di media sosial. Pekerjaannya besar, panjang, dan berlapis-lapis,” tegasnya.
Selain pekerjaan utama dari APBD, Bambang menyebut adanya inisiatif kontraktor berupa pembangunan 12 unit toilet dan 2 toilet VIP bernilai sekitar Rp600 juta. Bantuan tersebut murni kontribusi kontraktor dan tidak menggunakan dana proyek pembangunan jalan.

Bambang menyayangkan munculnya pemberitaan di salah satu akun TikTok yang dinilai tidak akurat dan tidak melalui proses konfirmasi.
“Kami kaget dengan unggahan itu. Tidak ada satu pun yang datang meminta data atau konfirmasi. Informasinya keliru dan bisa merugikan kami,” katanya.


Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang bersumber dari media sosial.


“Siapa pun dipersilakan datang langsung ke lokasi untuk melihat skala pekerjaan ini. Jalan ini bukan hanya untuk kegiatan Pramuka, tapi juga membuka akses ekonomi dan mendukung sektor pariwisata Berau,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *