BERAU, — Target nasional cakupan imunisasi sebesar 65 persen pada 2025 masih belum tercapai di Kabupaten Berau. Kondisi ini memicu kekhawatiran, sekaligus menjadi indikator rendahnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya imunisasi bagi anak.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita, menilai persoalan ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan. Ia menegaskan, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama dalam menangkal informasi keliru yang beredar.
“Ini tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, semua pihak harus terlibat,” ujarnya.
Menurut Elita, salah satu penyebab utama rendahnya capaian imunisasi adalah maraknya informasi tidak benar atau hoaks yang memengaruhi persepsi orang tua. Kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, kata dia, kerap muncul tanpa didasari pemahaman medis yang tepat.
“Banyak orang tua ragu karena terpapar informasi yang salah. Ini yang harus diluruskan melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mendorong agar strategi edukasi tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tenaga pendidik agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
“Pendekatannya harus menyentuh langsung ke masyarakat. Libatkan figur yang dipercaya agar informasi yang benar bisa tersampaikan dengan efektif,” tambahnya.
Meski demikian, Elita mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Berau yang terus menggenjot layanan imunisasi melalui berbagai program, seperti posyandu dan pelayanan di sekolah. Namun, ia mengingatkan agar upaya tersebut diiringi dengan perluasan jangkauan edukasi hingga ke tingkat paling bawah.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaan program, baik dari sisi akses layanan maupun ketersediaan vaksin.
“Jangan sampai masyarakat mau imunisasi, tapi terkendala akses atau stok vaksin. Ini juga harus jadi perhatian,” ujarnya.
DPRD Berau, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung program imunisasi melalui kebijakan dan penganggaran, guna mendorong peningkatan capaian di tahun-tahun mendatang.
Elita optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target imunisasi dapat dikejar. Ia menegaskan, imunisasi bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi.
“Kalau kita serius, ini bisa tercapai. Imunisasi adalah fondasi untuk menciptakan anak-anak yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.
Arifin/adv
