BERAU, BorneoPost – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau tak hanya menyisakan asap dan kerusakan lingkungan, tetapi juga memukul sumber penghasilan warga yang bergantung pada sektor pertanian.
Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, mendapat bantuan senilai Rp500 juta. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Berau Gamalis untuk membantu pemulihan masyarakat, khususnya petani yang mengalami kerugian.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang diinisiasi Raffi Ahmad bersama sejumlah host dalam rangka peringatan ulang tahun SCTV. Dana kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak langsung karhutla.
Gamalis mengapresiasi kepedulian berbagai pihak yang membantu warga Kampung Merasa. Menurutnya, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan maupun mengalami kerusakan aset produktif akibat kebakaran.
“Atas nama Pemkab Berau, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sedikit mengurangi beban masyarakat yang terdampak karhutla,” ujar Gamalis.
Ia mengatakan, dampak karhutla turut menyentuh aset produktif warga, seperti tanaman kakao dan kelapa sawit yang menjadi sumber penghidupan keluarga.
Karena itu, Gamalis berharap bantuan dimanfaatkan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus membantu masyarakat memulihkan kehidupan setelah terdampak karhutla.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu masyarakat, khususnya di Kampung Merasa,” katanya.
Sementara itu, Deputi Utusan Khusus Presiden Prio Bagja menjelaskan, bantuan Rp500 juta tersebut berasal dari hasil penggalangan dana yang dilakukan Raffi Ahmad bersama sejumlah host dalam rangka ulang tahun SCTV.
Salah satu penerima manfaatnya adalah petani kakao di Kampung Merasa yang terdampak langsung kebakaran. Bantuan diharapkan dapat membantu warga kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan memulihkan sumber penghasilan mereka.
Arifin/Adv












