banner 728x250

 Sampah Menggunung di Pasar Sanggam Adji Dilayas, DPRD Berau Minta Penanganan Serius

TANJUNG REDEB, Borneopost  – Tumpukan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau. Limbah sayuran dan sisa aktivitas pedagang terlihat menumpuk hingga menggunung, menimbulkan keluhan karena dinilai mengganggu kebersihan serta kenyamanan lingkungan pasar.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menilai persoalan tersebut menunjukkan pengelolaan sampah di pasar terbesar di Berau itu belum berjalan optimal. Ia menegaskan kondisi ini bukan kejadian baru, melainkan persoalan lama yang hingga kini belum mendapatkan penanganan menyeluruh.

“Ini harus menjadi perhatian serius karena pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Sutami.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau yang menangani pengangkutan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pengangkutan tidak dapat dilakukan secara maksimal setiap hari.

Meski begitu, Sutami menilai persoalan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada DLHK. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menghadirkan sistem pengelolaan sampah pasar yang lebih terstruktur agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Dengan jumlah personel yang terbatas, tentu pengangkutan tidak bisa dilakukan secara intensif. Karena itu perlu ada solusi sistematis dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sutami juga mengusulkan agar pengelolaan sampah di pasar dilakukan melalui sistem pemilahan yang jelas, termasuk penanganan khusus terhadap sampah residu. Dengan demikian, pedagang tidak lagi membuang sampah secara terpusat di satu lokasi yang akhirnya menumpuk.

Menurutnya, penataan sistem pengelolaan sampah akan mempermudah proses pengangkutan sekaligus membuat penanganan sampah menjadi lebih efektif.

Selain itu, ia juga mendorong agar jadwal pengangkutan sampah di pasar ditingkatkan menjadi lebih rutin, minimal dilakukan beberapa kali dalam sehari.

“Jika jadwal pengangkutan bisa dilakukan secara teratur, misalnya pagi, siang, dan sore, maka penumpukan sampah dapat dihindari,” pungkasnya.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *