banner 728x250

Pemkab Berau Alihkan Fokus ke Mutu PAUD, Bunda Kecamatan Diminta Perkuat Pengawasan

BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menggeser fokus pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari pemerataan akses menuju peningkatan kualitas layanan. Setelah target Satu Kampung Satu PAUD berhasil diwujudkan, perhatian kini diarahkan pada pengawasan, mutu pembelajaran, dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Berau Tahun 2026, Rabu (5/8). Dalam forum itu, ia meminta seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan mengambil peran lebih aktif dalam mengawal penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Menurut Sri, para istri camat yang mengemban amanah sebagai Bunda PAUD kecamatan tidak cukup hanya menjalankan fungsi seremonial. Mereka harus hadir memastikan setiap lembaga PAUD memberikan layanan pendidikan yang layak, berkualitas, dan dapat diakses seluruh anak usia dini.

“Saya meminta Ibu Camat selaku Bunda PAUD di kecamatan untuk aktif mengawasi keberadaan PAUD di wilayah masing-masing. Pastikan seluruh layanan berjalan dengan baik sehingga anak-anak memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Berau memiliki 236 satuan PAUD yang tersebar di 13 kecamatan. Ribuan anak telah memperoleh layanan pendidikan melalui berbagai bentuk satuan PAUD yang beroperasi di daerah tersebut.

Bagi Sri, keberhasilan menghadirkan PAUD di seluruh kampung merupakan langkah awal dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pendidikan, pola pengasuhan, serta proses pembelajaran terus mengalami peningkatan.

“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu mutu layanan harus terus kita tingkatkan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Bunda PAUD, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung, menjadi motor penggerak implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan tersebut mewajibkan anak mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar sebagai bekal kesiapan belajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, memastikan target Program Satu Kampung Satu PAUD telah tercapai. Bahkan, sejumlah kampung kini memiliki lebih dari satu lembaga PAUD sehingga akses masyarakat terhadap layanan pendidikan usia dini semakin luas.

“Program satu kampung satu PAUD sudah terpenuhi. Bahkan ada kampung yang memiliki dua, tiga, empat, hingga lima satuan PAUD. Artinya, dari sisi ketersediaan layanan kita sudah melampaui target,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh lembaga PAUD yang beroperasi telah memenuhi ketentuan perizinan dan terdaftar dalam sistem perizinan elektronik pemerintah. Bagi lembaga yang telah memenuhi persyaratan, pemerintah juga menyalurkan dukungan pendanaan operasional guna menjaga keberlangsungan layanan.

Menurut Mardiatul, pengawasan terhadap penyelenggaraan PAUD dilakukan secara rutin melalui monitoring ke setiap kecamatan. Evaluasi tersebut mencakup aspek administrasi, tata kelola lembaga, hingga pelaksanaan proses belajar mengajar agar sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Monitoring terus kami lakukan, baik terhadap administrasi maupun pelaksanaan layanan pendidikan di lapangan. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas PAUD secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan PAUD di Kabupaten Berau terdiri atas beberapa bentuk, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Taman Kanak-kanak (TK), yang disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan anak.

Sejalan dengan penerapan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, Dinas Pendidikan juga terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak orang tua menyekolahkan anaknya ke PAUD sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Kami ingin setiap anak memiliki kesiapan belajar yang optimal saat masuk SD. Karena itu dukungan seluruh Bunda PAUD sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *