BERAU, BorneoPost – Maraknya pihak yang mengatasnamakan media tanpa identitas dan kelembagaan yang jelas menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. Kondisi ini dinilai dapat mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dengan aktivitas lain yang membawa nama pers.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Said mengatakan, pemerintah maupun masyarakat perlu mampu membedakan media yang menjalankan kerja jurnalistik secara profesional dengan pihak yang sekadar menggunakan nama media.
Menurutnya, kejelasan identitas dan kompetensi wartawan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dan pers.
“Pemerintah juga merasa lebih nyaman ketika berhadapan dengan media yang jelas dan wartawannya memiliki kompetensi,” katanya.
Said menilai, perkembangan teknologi informasi membuat siapa pun semakin mudah membuat dan menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menuntut wartawan meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tidak sekadar menjadi persyaratan administratif atau untuk memperoleh sertifikat, tetapi juga menjadi sarana mengukur kemampuan wartawan dalam menjalankan kerja jurnalistik.
“Menulis itu ada kompetensinya. Ada orang yang bisa tersinggung atau tidak menerima apa yang kita sampaikan. Karena itu, kemampuan dan profesionalisme harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Said juga mengingatkan wartawan agar tidak terburu-buru menjadikan setiap informasi sebagai berita. Konfirmasi dan verifikasi tetap harus dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.
“Kecepatan pemberitaan harus tetap diimbangi dengan verifikasi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Di sisi lain, Said menegaskan pemerintah tidak membutuhkan media yang hanya memberitakan sisi positif pembangunan. Kritik dan evaluasi pers justru dinilai penting sebagai bahan introspeksi pemerintah.
“Pers ini bukan semata-mata mencari kekurangan. Justru menjadi evaluasi dan introspeksi bagi pemerintah,” tuturnya.
Ia berharap hubungan pemerintah dan media di Berau terus dibangun dengan mengedepankan profesionalisme, kompetensi serta prinsip jurnalistik. “Saya berharap, di tengah mudahnya seseorang mengatasnamakan media, wartawan profesional tetap mampu menunjukkan perbedaannya melalui kompetensi,” pungkasnya.
Arifin/Adv












