banner 728x250
Berita  

Perkuat Pengawasan Pelayaran, Kepala KSOP Sunda Kelapa Turun Langsung ke Pantai Mutiara dan Muara Baru

JAKARTA, BorneoPost – Keselamatan pelayaran tidak cukup hanya mengandalkan aturan di atas kertas. Pengawasan langsung di lapangan, kedisiplinan petugas, serta kepatuhan setiap kapal terhadap standar keselamatan menjadi faktor penting untuk mencegah risiko kecelakaan laut.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, S.Si.T., S.E., M.M., saat melakukan kunjungan kerja perdana ke wilayah kerja Pantai Mutiara dan Muara Baru, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Hotman tidak hanya meninjau wilayah operasional, tetapi juga memberikan pengarahan langsung kepada petugas di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pengawasan dan pelayanan kepelabuhanan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpetugas.

Didampingi Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Muhammad Nuryadin, S.Sos., MA, beserta jajaran, Hotman menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, pelayanan publik di sektor kepelabuhanan harus dilaksanakan secara profesional dan humanis. Namun, aspek keselamatan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.

Ia mengingatkan bahwa setiap kapal yang berlayar membawa tanggung jawab besar, bukan hanya terhadap awak dan penumpang, tetapi juga terhadap keselamatan pelayaran secara keseluruhan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional di pelabuhan, petugas harus selalu berpedoman pada aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, mengedepankan sinergi, bersikap humanis, serta senantiasa mengutamakan kehati-hatian,” tegas Hotman.

Ia juga mengingatkan agar petugas tidak memberikan toleransi terhadap kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.

“Setiap kapal yang berlayar wajib menaati aturan dan SOP serta membawa harapan, bukan ancaman, membawa kesejahteraan, bukan risiko. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan apabila ada kapal yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan,” lanjutnya.

Arahan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Wilayah Kerja Pantai Mutiara, Tolani, dan Kepala Wilayah Kerja Muara Baru, Deddy. Keduanya menyambut baik kunjungan langsung pimpinan serta arahan terkait penguatan pengawasan, peningkatan koordinasi, dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Hotman, kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung kondisi operasional sekaligus mengetahui berbagai hal yang menjadi perhatian petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui langkah tersebut, KSOP Kelas III Sunda Kelapa berharap pengawasan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar diterapkan dalam aktivitas operasional di setiap wilayah kerja.

Selain memberikan arahan kepada petugas, Hotman juga meminta Marine Inspector segera menindaklanjuti Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 6 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 tertanggal 2 November 2026.

Sebagai tindak lanjut instruksi tersebut, pelaksanaan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check dijadwalkan berlangsung pada November 2026 terhadap kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerja Pelabuhan Sunda Kelapa.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan kapal penumpang memenuhi persyaratan keselamatan sebelum beroperasi, khususnya dalam menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

Di sisi lain, KSOP Kelas III Sunda Kelapa juga berkomitmen meningkatkan kinerja pelayanan melalui pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk pengukuran dan penerbitan e-Pas Kecil bagi kapal di bawah GT 7.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga dilanjutkan ke Kantor Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Direktorat Jenderal PSDKP.

Dalam pertemuan tersebut, Hotman bertemu langsung dengan perwakilan Pangkalan PSDKP, Erwin N. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan persepsi serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Hotman menilai sinergi dan kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu unsur penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang optimal.

Pihak Pangkalan PSDKP pun menyatakan dukungan terhadap penguatan koordinasi dan kolaborasi tersebut, terutama dalam menyamakan persepsi saat menjalankan tugas operasional.

Melalui kunjungan perdana ini, KSOP Kelas III Sunda Kelapa ingin memastikan pengawasan, keselamatan dan keamanan pelayaran, serta pelayanan kepelabuhanan berjalan semakin optimal.

Penguatan pengawasan di wilayah Pantai Mutiara dan Muara Baru diharapkan tidak berhenti pada arahan pimpinan, tetapi diwujudkan melalui kedisiplinan petugas, kepatuhan terhadap regulasi, dan konsistensi penerapan standar keselamatan.

Sebab, dalam dunia pelayaran, kelalaian sekecil apa pun dapat membawa risiko besar. Keselamatan harus menjadi prinsip utama dalam setiap aktivitas pelabuhan, bukan sekadar kewajiban administratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *