Samarinda, Borneo Post- Koalisi antar mahasiswa dari berbagai lembaga atau gerakan beserta perwakilan serikat Buruh di Samarinda menggelar aksi demo dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional yang berlokasi di Taman Samarendah, pada Rabu (01/05/2024).
Reza Dwi Saputra, yang merupakan Humas Komite Rakyat Melawan, menjelaskan jika aksi ini bertujuan untuk menuntut hak Buruh terkait upah sekaligus menuntut terkait kasus kriminalisasi yang terjadi di Kutai Barat dan Mahulu.
“Tuntutan aksinya hari ini yang pertama adalah untuk membebaskan teman-teman kriminalisasi di Kutai Barat dan Mahulu dan juga banyak sekali permasalahan-permasalahan di Kalimantan Timur ini bahwasannya hari ini teman-teman Buruh tidak mendapatkan upah yang layak,” ucapnya.
Selain itu, aksi ini juga membahas mengenai upah cuti yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bagi para Buruh.
“Dan juga kami menuntut banyak hal seperti cuti-cuti teman-teman Buruh seperti, cuti melahirkan, cuti haid dan cuti-cuti lainnya yang dipangkas dan tidak digaji dan masih banyak lagi tuntutan-tuntutan lainnya,” terangnya.
Reza beranggapan, jika upah yang diterima para Buruh saat ini tidaklah sesuai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kita bisa buktikan dari inflasi tahun ini hanya 6%, tetapi kenaikan upah Buruh hanya 3%, kenaikan 200 ribu ini tidak bermanfaat banyak bagi Buruh, dimana itu hanya 50% dan itu tidak cukup bagi para Buruh untuk menghidupkan keluarga mereka,” tuturnya.
Sebagai informasi, aksi demo ini juga akan digelar pada esok hari pada Kamis, (02/05/2024) berlokasi di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur.
“Untuk besok, kami aksikan di depan kantor Gubernur. Selain itu, kami juga mau melihat dulu apakah teman-teman Buruh dan mahasiswa ini masih peduli atau tidak terhadap aksi Buruh ini, kalau mereka tidak peduli rasanya kurang etis gitu,” tuturnya.
Terakhir, Ia membeberkan jika aksi ini juga menuntut kesetaraan antara inflasi dan upah gaji yang diterima oleh oara Buruh serta berharap adanya kepedulian antar sesama Buruh.
“Jika Ayah adalah tulang punggung keluarga, maka Buruh adalah tulang punggung negara. Tapi Buruh tidak acuh terhadap Buruh dibuktikan dengan inflasi yang tinggi tapi kenaikan gaji Buruh tidak ada. Jadi, target kami adalah menuntut kenaikan upah Buruh 15% untuk tahun ini sebelum diketok palu pada November 2024.” tambahnya. (Delvi)












