banner 728x250

Berau Hadiri Festival UMKM Nasional, Fokus Serap Peluang dan Perluas Akses Usaha

BALIKPAPAN, BorneoPost  – Kehadiran Pemerintah Kabupaten Berau dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro Tahun 2026 di BSCC Dome Balikpapan sempat memunculkan anggapan bahwa daerah tersebut ikut ambil bagian dalam pameran produk UMKM. Namun, hal itu ditegaskan tidak benar.

Pemkab Berau hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan kegiatan dan sesi talk show yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai rangkaian peringatan Hari UMKM Nasional 2026.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan tersebut bukan sekadar pameran produk, melainkan penyediaan berbagai layanan yang memudahkan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

“Berau hadir sebagai undangan pada kegiatan pembukaan dan talk show. Untuk pameran, stan yang tersedia diisi oleh UMKM Kota Balikpapan dan Export Center Kalimantan Timur,” kata Eva.

Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mengakses berbagai layanan yang selama ini menjadi kebutuhan dasar dalam pengembangan usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi hingga pembiayaan.

Kementerian UMKM, lanjut Eva, membuka sejumlah layanan terintegrasi seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga fasilitasi akses permodalan melalui lembaga perbankan.

Tak hanya itu, kegiatan juga mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor perbankan melalui skema business matching, sehingga membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya.

“Fokus kegiatan ini lebih kepada pelayanan dan pendampingan bagi UMKM agar mereka memiliki legalitas yang lengkap sekaligus akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan usaha,” ujarnya.

Meski tidak membuka stan pameran sendiri, produk unggulan daerah berupa Cokelat Berau tetap mendapat ruang promosi dalam kegiatan tersebut. Produk tersebut dipajang di stan Export Center Kalimantan Timur dan diperkenalkan langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Gubernur Kalimantan Timur.

Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperluas eksposur produk lokal Berau di tingkat nasional sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.

Di sisi lain, Eva menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM melalui penguatan legalitas usaha. Pelaku usaha yang belum memiliki NIB terus didorong untuk segera melakukan pengurusan dengan pendampingan dari Diskoperindag bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Selain legalitas usaha, pemerintah daerah juga terus memfasilitasi sertifikasi halal dan HAKI secara gratis bagi pelaku UMKM agar produk yang dihasilkan semakin kompetitif dan memiliki nilai tambah.

“Kami ingin semakin banyak UMKM Berau yang memiliki legalitas lengkap dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk memperluas pasar mereka,” tegasnya.

Eva menilai, kegiatan berskala nasional seperti Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi peluang penting bagi UMKM daerah untuk membangun jejaring, memperluas akses pemasaran, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Semakin luas jaringan yang dimiliki pelaku usaha, semakin besar pula peluang produk-produk UMKM Berau menembus pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *