banner 728x250

Bahasa Banua Terancam, Generasi Muda Mulai Lupa

BERAU, BorneoPost – Bahasa Banua, salah satu identitas budaya masyarakat Kabupaten Berau, mulai menghadapi ancaman. Penggunaannya yang kian berkurang di lingkungan keluarga dan masyarakat membuat generasi muda semakin jarang mengenal dan menggunakan bahasa daerah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan pelestarian Bahasa Banua tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keluarga, sekolah, komunitas adat hingga masyarakat luas memiliki peran penting untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup.

“Jika generasi muda tidak lagi mengenal dan menggunakan Bahasa Banua, maka kita perlahan akan kehilangan identitas daerah,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Berau mulai memasukkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda.

Namun, pelestarian Bahasa Banua tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas. Penggunaan dalam komunikasi sehari-hari dinilai menjadi kunci agar bahasa tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pemerintah juga mengajak masyarakat tidak malu menggunakan Bahasa Banua dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bagian dari sejarah, budaya dan jati diri masyarakat Berau.

Jika penggunaan bahasa daerah terus ditinggalkan, kekayaan budaya tersebut berisiko semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Karena itu, pelestarian Bahasa Banua membutuhkan keterlibatan bersama, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak mengenal bahasa dan budaya daerah.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *