TANJUNG REDEB, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengakselerasi transformasi ekonomi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pengembangan ekonomi sirkular sebagai instrumen untuk menarik investasi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertambangan dan minyak bumi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Berau sejak lama mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan. Konsep tersebut diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari pengelolaan kehutanan, perkebunan, hingga pengembangan ekonomi biru di bidang perikanan dan pariwisata bahari.
Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah juga harus berubah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan lingkungan semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara tepat.
“Pengelolaan sampah memiliki potensi besar untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sampah harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masa depan,” ujarnya di Tanjung Redeb, Jumat (3/7/2026).
Sri Juniarsih menjelaskan, arah pembangunan Berau lima tahun ke depan telah dituangkan dalam visi Kabupaten Berau 2025–2029, yakni Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera. Visi tersebut menitikberatkan pada transformasi ekonomi agar daerah tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan dan migas sebagai sumber utama pendapatan.
Sebagai implementasi visi tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat sektor-sektor ekonomi berkelanjutan, di antaranya pariwisata, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ia menilai diversifikasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak mengingat tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, fondasi ekonomi harus dibangun lebih kuat, lebih adaptif, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita harus menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam dan tangguh. Sampah memiliki nilai tambah yang dapat menjadi bagian dari rantai industri masa depan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Salah satu program unggulan yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkular (KISS) Berau. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat industri hijau yang mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Keberadaan kawasan tersebut diyakini mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan peran bank sampah dan menciptakan peluang usaha baru, proyek itu juga diharapkan mampu mendatangkan investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Sri Juniarsih menegaskan komitmen Berau terhadap pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Selama ini, berbagai kebijakan pembangunan selalu diarahkan agar tidak mengorbankan kelestarian ekosistem.
Berau, lanjutnya, telah menjadi salah satu daerah yang konsisten melindungi hutan adat, kawasan konservasi, cagar alam, serta daerah tangkapan air. Daerah ini juga dikenal sebagai percontohan nasional dalam program restorasi hutan, pengurangan emisi karbon, pengelolaan hutan produksi lestari, serta pengembangan pertanian ramah lingkungan dengan kebijakan pelarangan praktik tebang habis.
Tidak hanya di daratan, komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui penerapan konsep ekonomi biru. Pemerintah daerah menerapkan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan melalui pengaturan kuota tangkapan ikan, pelarangan penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem, hingga pengembangan budidaya ikan dan rumput laut yang ramah lingkungan.
Sementara itu, pengelolaan destinasi wisata bahari seperti Kepulauan Derawan, Maratua, dan Sangalaki dilakukan dengan mengedepankan prinsip konservasi. Pembatasan jumlah kunjungan wisatawan, perlindungan habitat penyu, serta pelestarian terumbu karang menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Melalui penguatan ekonomi sirkular dan ekonomi biru, Pemerintah Kabupaten Berau optimistis mampu menciptakan model pembangunan yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagai modal utama pembangunan daerah di masa depan.
Arifin/Adv
