Berita  

Centre For Orangutan Protection (COP) Bersama BKSDA Kaltim Gelar Sosialisasi di SDN 012 Samarinda

Samarinda, Borneo Post- Centre For Orangutan Protection (COP) berkolaborasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kaltim beserta relawan COP (Orangufriends Samarinda) mengadakan sosialisasi dengan memberikan edukasi dan penyadartahuan di SDN 012 Samarinda, Jalan PM Noor, pada Sabtu, (03/02/2024).

Kegiatan ini memuat tentang penyampaian materi pengenalan Orangutan dan kekayaan keanekaragaman jenis satwa liar yang ada di Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga menyediakan sarana permainan untuk memantapkan pemahaman dan kekompakan bagi partisipan yang hadir.

Galih Ramadhan, selaku Manager COP area Kaltim, menjelaskan kegiatan ini merupakan kali ke 3 dilaksanakan di tahun 2024, dan dihadiri sekitar 400 partisipan dari tingkat SD, SMP, SMA, sampai Mahasiswa Perguruan Tinggi. Pihak sekolah dan BKSDA menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi yang dilakukan oleh COP.

“Sebelumnya dilaksanakan di sekitar lokasi kerja COP, baik beberapa sekolah di sekitar lokasi interaksi negative di Muara Wahau, sekolah-sekolah di lokasi rehabilitasi di Berau, dan sekitar lokasi pelepasliaran di Busang, Kutai Timur,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan kegiatan ini dapat menjangkau banyak partisipan khususnya dikalangan anak muda.

“Untuk target kedepan kami berharap bisa menjangkau sebanyak mungkin sekolah, baik SD, SMP, SMP, dan juga Universitas,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang satwa liar khususnya Orangutan Kalimantan. Anak-anak dan generasi muda merupakan pemilik masa depan, dan pewaris kekayaan lingkungan termasuk satwa liar Orangutan. Oleh sebab itu, perlindungan Orangutan dari ancaman kerusakan habitat dan lainnya membutuhkan dukungan multipihak baik Pemerintahan, NGO (Non Governmental Organization), dan masyarakat umum.

“Yang perlu dilakukan generasi muda ke depan tentunya adalah memahami pentingnya keberadaan Orangutan dan satwa liar yang dilindungi lainnya, serta menyampaikan ke sekitar dan juga bisa bergabung dalam kegiatan Orangufriends Samarinda di agenda edukasi dan kampanye,” tambahnya.

Selain itu, Galih Ramadhan juga mengajak agar kalangan anak muda serta masyarakat umum untuk aktif memberikan informasi mengenai upaya penyelamatan Orangutan serta memberikan laporan terhadap temuan kasus pemeliharaan satwa liar secara ilegal.

“Secara khusus sebagai individu yang tergerak bisa ikut menyebarkan informasi upaya penyelamatan Orangutan, serta berperan aktif dalam memberikan laporkan terhadap temuan kasus pemeliharaan dan perdagangan ilegal Orangutan di sekitar wilayahnya dan bisa ikut serta di kegiatan COP,” tutupnya. (deL)

Exit mobile version