banner 728x250

DPRD Minta Pelestarian Budaya Rangkul Semua Suku

TANJUNG REDEB, BorneoPost — Ketua Komisi I DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menghadirkan program pelestarian budaya yang merangkul seluruh suku dan etnis tanpa diskriminasi.

Menurutnya, keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Berau merupakan aset besar daerah yang harus dijaga, dilindungi, dan diberi ruang secara adil agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Setiap kebudayaan perlu ditampung. Kita punya perda perlindungan juga. Itu kekayaan luar biasa,” ujarnya.

Rudi menilai, kemajuan Kabupaten Berau selama ini tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya yang hidup berdampingan di Bumi Batiwakkal. Tingginya mobilitas penduduk dan arus perantauan menjadikan Berau sebagai daerah yang kaya akan keberagaman adat, bahasa, hingga kesenian tradisional.

Karena itu, ia menegaskan seluruh budaya dan kesenian yang tumbuh di Berau perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan tampil di ruang publik.

“Hampir semua suku ada di Berau. Suku-suku itu harus mengisi dan memberi kontribusi untuk kemajuan Berau,” katanya. Jumat (15/5/2026)

Menurut Rudi, keberagaman tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai perbedaan yang memisahkan, melainkan menjadi kekuatan sosial dan budaya yang dapat mempererat persatuan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.

Ia menilai, identitas budaya yang dibawa masyarakat pendatang justru menjadi bagian penting dari wajah keberagaman Berau. Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih serius memfasilitasi kegiatan kebudayaan agar seluruh komunitas adat maupun paguyuban suku memiliki ruang untuk mengekspresikan dan melestarikan budayanya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mendorong Disbudpar Berau untuk lebih aktif melakukan pembinaan terhadap komunitas budaya, termasuk memberikan dukungan terhadap kegiatan seni dan tradisi yang ada di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni tahunan, tetapi perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pembinaan generasi muda, penyediaan ruang pertunjukan, hingga dukungan anggaran yang memadai.

“Jangan sampai ada budaya yang merasa tidak diperhatikan. Semua harus diberikan ruang yang sama karena keberagaman ini adalah kekuatan Berau,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan sektor budaya sebagai salah satu pondasi penting pembangunan daerah, baik dalam menjaga keharmonisan sosial maupun memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Berau di tingkat regional maupun nasional.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *