Samarinda, Borneo Post- Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Mahyudin berharap agar Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya bergantung kepada Sumber Daya Alam (SDA) ekstraktif pada sektor pertambangan dan galian
Menurutnya, hal ini menjadi tugas yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya dalam Ruang Dialog ‘Kaltim Keren’, di Tenggarong, beberapa hari yang lalu.
Mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) tersebut mengungkapkan, ketergantungan itu akan menjadi masalah bagi Kaltim di kemudian hari. Apalagi, ketergantungan terhadap SDA melalui sektor ekstraktif mencapai lebih dari 50 persen. Terutama dari aktivitas tambang batu bara dan galian.
“Kita tahu akan berakhir dan rentan terhadap nilai atau harga pasar internasional. Jika harga komoditas turun, maka pendapatan Kaltim juga akan turun,” sebutnya.
Menyikapi hal ini, Mahyudin mengungkapkan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) perlu melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan membangun sektor ekonomi yang tidak bergantung pada SDA tidak terbarukan.
Untuk itu, Mahyudin menekankan perlunya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Kukar, sehingga ketika Ibu Kota Negara (IKN) telah berjalan, masyarakat Kaltim bisa mengambil bagian dan bukan hanya sebagai penonton.
“Masyarakat Kaltim harus punya jiwa kompetisi, terlebih saat ini daerah kita ditetapkan menjadi IKN. Harus mampu membangun SDM yang lebih baik, punya nilai kompetitif yang kuat,” pungkasnya.
(Grace/Delvi)
