TANJUNG REDEB, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi Qurani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Berau yang digelar di Kecamatan Talisayan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk membangun mental dan spiritual masyarakat melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan MTQ adalah melahirkan generasi penerus yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan begitu, nilai-nilai keislaman dapat menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, memperkuat akhlak mulia, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Sri juga menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan karakter menjadi kunci kemajuan daerah.
MTQ ke-56 yang berlangsung di Kecamatan Talisayan sejak 9 hingga 13 Juli 2026 juga menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi qari dan qariah terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Berau pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh elemen, khususnya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), para ustaz dan ustazah, agar terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui pelatihan yang konsisten serta evaluasi berkala.
“Hal yang lebih penting dari MTQ adalah syiar Islam, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Pada MTQ ke-56 ini dipertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an untuk golongan anak-anak, remaja, dan dewasa, Qiraat Sab’ah remaja dan dewasa, Tahfiz Al-Qur’an 1 juz, 5 juz, dan tartil, Musabaqah Khattil Quran (MKQ), serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Sri Juniarsih turut menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Talisayan selaku tuan rumah, panitia pelaksana, LPTQ Kabupaten Berau, dewan hakim, pelatih, pendamping, hingga seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ tahun ini.
Sementara itu, Camat Talisayan Mutmainah mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai tuan rumah MTQ ke-56 Kabupaten Berau. Menurutnya, amanah tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiah sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di Bumi Batiwakkal.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan mampu mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mencintai Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat syiar Islam yang diusung melalui MTQ dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi pembangunan karakter masyarakat Berau.
Arifin/Adv
