Musorprov Jadi Titik Awal Kebangkitan KONI Kaltim, Seno Aji Canangkan Target Lima Besar PON 2028

SAMARINDA, BorneoPost– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memulai langkah baru menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Aula Tower Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (3/6/2026).

Mengusung tema “Fondasi Kaltim Menuju Generasi Emas”, forum tertinggi organisasi olahraga di tingkat provinsi itu menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan atlet dan cabang olahraga untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di tingkat nasional.

Musorprov dibuka langsung oleh Ketua KONI Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Di hadapan pengurus KONI kabupaten dan kota, pengurus cabang olahraga, pelatih, serta atlet, ia menegaskan bahwa KONI harus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan seluruh kekuatan olahraga daerah.

Menurut lelaki yang biasa disapa Seno, KONI Kaltim memiliki modal kuat untuk kembali menjadi salah satu kekuatan olahraga nasional. Hal itu terlihat dari capaian prestasi yang terus menunjukkan perkembangan, termasuk keberhasilan kontingen Kaltim meraih 30 medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024.

Meski posisi Kaltim berada di peringkat kedelapan nasional, capaian tersebut dinilai tetap membanggakan dan menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih jauh.

“Kita harus melihat capaian ini sebagai modal untuk bangkit. Prestasi yang diraih atlet, pelatih, dan seluruh cabang olahraga merupakan hasil kerja keras yang harus kita lanjutkan dan tingkatkan,” ujarnya.

Orang nomor dua di Kaltim ini menilai, tantangan olahraga ke depan semakin besar. Berbagai daerah kini berlomba meningkatkan kualitas pembinaan dengan dukungan anggaran, teknologi, hingga program pelatihan yang lebih modern. Karena itu, KONI Kaltim dituntut mampu menyusun strategi yang lebih terukur dan berorientasi hasil.

“Persiapan atlet menghadapi persaingan semakin ketat karena cabang olahraga menyiapkan program di berbagai provinsi sebelum dikirim ke ajang nasional maupun internasional,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, KONI Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan memperkuat sistem pembinaan atlet melalui peningkatan fasilitas olahraga dan dukungan program latihan yang berkesinambungan.

Salah satu perhatian utama adalah pengembangan cabang olahraga potensial peraih medali emas, termasuk renang. Pemprov Kaltim juga berencana membangun fasilitas pelatihan khusus bagi sejumlah cabang olahraga unggulan guna meningkatkan kualitas atlet sebelum tampil di level nasional.

Seno menegaskan bahwa seluruh program pembinaan harus berjalan efektif dan efisien agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi.

“Kita tidak ingin menghamburkan anggaran, kita fokus pada efisiensi dan hasil. Yang terpenting adalah bagaimana atlet mendapatkan dukungan maksimal untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara KONI Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga, cabang olahraga, serta pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, target besar tidak akan tercapai tanpa kerja sama seluruh elemen olahraga.

Musorprov kali ini juga menjadi momentum untuk menyatukan kembali semangat insan olahraga Kalimantan Timur di tengah berbagai dinamika yang berkembang. Seno mengajak seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk mengedepankan persatuan serta mengabaikan berbagai informasi yang berpotensi memecah fokus organisasi.

“Kita harus menjaga soliditas. Jangan sampai energi kita habis karena hal-hal yang tidak produktif. Fokus kita adalah membangun prestasi olahraga Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dengan target menembus lima besar pada PON 2028 di Papua dan Maluku, Musorprov KONI Kaltim diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan dan program strategis yang mampu mengembalikan kejayaan olahraga Benua Etam di tingkat nasional.

“Mari kita hilangkan sekat-sekat kepentingan dan bersatu untuk kemajuan olahraga Kalimantan Timur. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Olahraga Provinsi KONI Kalimantan Timur saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Penulis: Grace

Exit mobile version