BERAU, BorneoPost – Suasana gotong royong renovasi kamar mandi Masjid Nurul Ansor di Kelurahan Sambaliung mendadak berubah duka setelah salah seorang warga yang ikut bekerja bakti meninggal dunia di lokasi, Senin (1/6/2026).
Korban diketahui merupakan seorang Ketua RT di Kelurahan Sambaliung. Saat kejadian, ia bersama warga lainnya tengah bergotong royong membantu proses renovasi fasilitas masjid. Minggu (31/5-2026). Kemarin.
Kapolsek Sambaliung, AKP Ridwan Lubis, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban meninggal saat mengikuti kegiatan kerja bakti dan bukan merupakan kasus penemuan mayat sebagaimana sempat beredar di masyarakat.
“Korban meninggal saat kegiatan kerja bakti renovasi kamar mandi masjid. Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga dan warga,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut terhadap jenazah.
“Pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan atau musibah dan menerima dengan ikhlas. Mereka juga tidak bersedia dilakukan visum,” kata Ridwan.
Dari informasi keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi lain yang mengarah pada penyebab kematian selain kondisi kesehatan korban.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Korban dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan selama ini turut berperan dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan Kelurahan Sambaliung.
