Samarinda, Borneo Post – Selain buku-buku umum ternyata di Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur juga menyimpan naskah kuno.
Untuk melestarikan Naskah Kuno tersebut, Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, Pengembangan Koleksi, dan Pengembangan Pengolahan Buku Perpustakaan Kaltim, Endang Effendi, memberikan keterangan bahwa ada enam tahapan dalam melestarikan naskah kuno yaitu yang pertama harus dilakukan pencarian naskah kuno yang masih tersebar di masyarakat.
“Tahapan kedua adalah pengolahan naskah kuno yang mencakup perbaikan, pembersihan, dan pengawetan bahan,” kata Endang saat ditemui pada Selasa (14/11/2023) pagi.
Selanjutnya tahapan ketiga adalah dengan melibatkan media naskah kuno yang mengubah bentuk naskah dari daun lontar atau pelepah kayu menjadi bentuk digital atau fisik lainnya.
Untuk tahapan keempat adalah dialih mediakan naskah kuno oleh ahli aksara dan bahasa kuno. Mereka bertugas menerjemahkan dan menafsirkan isi naskah kuno yang menggunakan bahasa dan aksara tempo dulu.
“Karenakan biasanya tulisan yang digunakan adalah bahasa sansekerta atau tulisan arab gundul yang saat ini tidak dimengerti oleh masyarakat, jadi harus di terjemahkan terlebih dahulu ke bahasa Indonesia,”jelasnya.
Pada tahapan kelima adalah restorasi naskah kuno, mengembalikan kondisi naskah yang rusak atau tercabik-cabik menjadi utuh dan dapat dibaca.
“Jadi kita jilid lagi, dibagusin naskah yang rusak,” tambahnya.
Endang menjelaskan tahapan terakhir adalah pendayagunaan naskah kuno yang mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah tersebut kepada masyarakat.
Pihaknya merencanakan bahwa pada tahun 2024 Perpustakaan Daerah Kaltim akan melakukan sosialisasi di 10 kabupaten kota di Kaltim.
“Agar ada kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui dan memahami rekam jejak kebudayaan di masa lampau, saya berharap sejarah yang tersimpan di berbagai daerah dapat digali dan diolah,” tutupnya.
