BERAU, BorneoPost – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, resmi membuka kegiatan launching Gerakan Pasar Ikan Murah yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional dan Hari Ulang Tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu disambut antusias masyarakat.
Bahkan, sebelum acara resmi dibuka, warga telah memadati lokasi sejak pagi hari untuk membeli berbagai jenis ikan dengan harga murah.
Dalam sambutannya, Sri Juniarsih mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut momentum Hari Nelayan menjadi pengingat penting bahwa Indonesia merupakan negara maritim besar dengan potensi kelautan yang sangat melimpah, termasuk di Kabupaten Berau.
“Melalui momentum Hari Nelayan Nasional ini dilaksanakan bazar murah ikan yang Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Undangannya jam 8 pagi, tetapi sejak jam 7.30 masyarakat sudah datang,” ujarnya.
Menurutnya, pasar ikan murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka inflasi, menurunkan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para nelayan yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan.
“Para nelayan memberikan dedikasi yang sangat luar biasa dengan terus menyediakan ikan terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat, Sri Juniarsih mengaku berencana menjadikan pasar ikan murah sebagai agenda rutin yang digelar setiap bulan secara bergilir di 13 kecamatan di Berau, khususnya di wilayah yang sulit mendapatkan pasokan ikan.
“Ternyata ibu-ibu meminta agar kegiatan ini bisa dilakukan sebulan sekali. Itu sangat mungkin kita lakukan, nanti bergilir di 13 kecamatan, terutama daerah-daerah yang langka ikan,” ucapnya.
Ia menilai sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, hingga menjaga ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat berbagai program strategis di sektor kelautan dan perikanan.
Beberapa di antaranya seperti modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, pengembangan kawasan budidaya, hingga penguatan UMKM pengolahan hasil perikanan.
Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih juga menyoroti besarnya potensi produk olahan ikan sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan oleh-oleh khas daerah. Ia menyebut berbagai jenis ikan seperti tuna, bandeng, makarel hingga udang dapat diolah menjadi produk kemasan bernilai ekonomi tinggi.
“Ini penting untuk mendukung hilirisasi industri perikanan. Ikan bisa dikemas menjadi produk oleh-oleh khas Berau,” tuturnya.
Ia berharap Dinas Perikanan bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dapat bersinergi mendorong pengembangan produk olahan ikan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, Bupati juga kembali mengingatkan para nelayan agar tetap menggunakan cara-cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem laut.
“Momentum Hari Nelayan Nasional ini mengingatkan kita untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan penuh tanggung jawab demi keberlangsungan generasi mendatang,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Sri Juniarsih secara simbolis membuka kegiatan pasar ikan murah. Namun ia sempat berseloroh karena sebagian besar ikan yang dijual hampir habis diborong masyarakat sebelum acara resmi dimulai.
“Ini sebenarnya bukan launching lagi, ikannya sudah habis duluan,” pungkasnya disambut tawa warga.












