Berita  

Pemberdayaan Peran Perempuan dalam Menggerakkan Event di Bumi Etam

Samarinda, Borneo Post- Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) menyelenggarakan Festival Hari Perempuan Nasional dengan tema “Pemberdayaan Peran Perempuan dalam Menggerakan Event di Bumi Etam”, yang berlokasi di Ball Room Hotel Harris Samarinda, Kalimantan Timur, Pada Sabtu, (09/03/2024).

Acara ini dihadiri oleh para perempuan penggiat event, pelaku ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Terdapat beragam kegiatan yang dilaksanakan selama festival, termasuk workshop, seminar, pameran produk kreatif lokal yang diproduksi oleh perempuan, serta diskusi panel tentang peran perempuan dalam industri event dan pariwisata.

Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dapil Kaltim), dalam sambutannya menjelaskan, jika perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Kreatif memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ekonomi lokal dan masyarakat yang berkelanjutan.

“Melalui berbagai bidang seperti event, perempuan berkontribusi nyata dalam memperkaya identitas budaya dan menciptakan nilai tambah penguatan event” ucapnya.

Melalui Festival Hari Perempuan Nasional ini, diharapkan para perempuan di Kalimantan Timur dapat semakin termotivasi dan mendapatkan dukungan untuk terlibat aktif dalam pengembangan industri event dan pariwisata di daerah mereka.

“Kita itu kaum perempuan memang ingin sekali berdaya bukan diperdayakan atau memperdayakan dirinya.
Artinya kalau kita itu berdaya berarti kita itu bisa mengidentifikasi potensi diri kita,” pungkasnya.

Dengan demikian, peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal dapat semakin diperkuat, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan daerah dan negara secara keseluruhan.

Sementara itu, ketika ditemui, Hetifah mengatakan jika dengan adanya kegiatan ini dapat mengikat tali silaturahmi dan bisa saling mengenal satu sama lain.

“Kegiatan ini dapat membangun solidaritas, dengan berkumpul seperti ini, saling menguatkan, berbagi pengalaman, juga banyak usulan yang masuk secara positif oleh teman-teman baik dari dinas maupun kementerian, terkait harapan-harapanya,” tambahnya.

Terakhir, Ia juga berharap jika kedepan masyarakat Samarinda bukan hanya sekedar event organizer tapi event creator.

“Misalnya tadi ada ide membuat event terkait dengan pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai, dan produk yang dihasilkan nanti bisa dipamerkan di suatu event yang berkelas. Ini yang harus kita beri dukungan dan motivasi bagi perempuan lainnya,” tutupnya. (Delvi)

Exit mobile version